rumah solilokui

Mar 14
2005

Ayam Dalam Charger SonyEricsson

Waktu itu tidak hujan, tapi bintang belum datang, tertutup awan, begitu juga bulan yang belum kelihatan. Hmm tampaknya keadaan disana sedang tidak begitu baik mengiringi gundah dan perasaan tak menentu yang ada beberapa hari terakhir. Menunggu sesuatu, dengan ketakutan-ketakutan yang tidak perlu (sepertinya aku terkena psikosomatis akut) Teman-teman pun berkumpul menemani, memenuhi kamar tiga kali tiga dengan cat putih dan sedikit sapuan biru muda yang tidak karuan layaknya lukisan abstrak yang menambah jumlah kupu-kupu dalam perutku. “Kenapa tidak diganti ayam saja, bukan kupu-kupu. Setidaknya kamu bisa tambah gemuk” Katamu mencoba menghibur. Ah, aku kan cuma menerjemahkan ungkapan ‘butterflies on my stomach’ yang sering diucapkan orang-orang dari eropa :p.

Lalu tiba-tiba ada paku. Dan aku tahu hatimu tidak seperti biasanya. Senyum itu pudar. Aku mencoba menghibur. Mencoba mengembalikan senyum itu, hati itu.

“Lewat pesan singkat saja” Pikirku, aku kan tahu diri. Kirim. Aku menekan tombol send.

Failed. Seperti biasa: gagal di percobaan pertama. Kirim lagi. Aku menekan tombol send lagi.

Failed. Huaa! Susah! Ada apa dengan operator seluler terbesar di negeri ini. Setelah beberapa percobaan mengirim dengan segala cara: mengacungkan ponsel ke udara, melompat dari kursi lipat merah di depan pintu kamarku, menempelkannya ke pintu gerbang bahkan sampai mencoba membuat simbol pemusatan energi agar pesan itu bisa terkirim. Untuk menghibur hatimu. Nihil. Gagal total. Aku capek. Perutku lapar.

Aku lalu berniat untuk menyerahkan pada float’s mobile agent untuk urusan satu ini. Kunyalakan pcku. Bar penunjuk di ponselku mengindikasikan daya baterai tinggal setengah, sekalian saja kuisi ulang. Klik, klik dan klik. Lalu kirim. Sembari memanaskan air untuk membuat kopi aku mendengar suara ‘wush’ dua kali. Sudah terkirim. Semudah itu? Sayangnya iya, teknologi mempermudah usahaku mengembalikan satelit pada orbitnya meskipun hanya menyingkirkan paku yang sudah kamu cabut agar tidak lagi tertancap.

Sekali lagi; kamu tahu dimana harus mencari bintang ketika kamu memerlukannya kan? Meski tertutup mendung dan meredup cahayanya, dia selalu di sana, di tempatnya, tidak pernah beranjak sedikitpun. Kamu cukup melihat ke atas. Siapa tahu ada satu yang jatuh ke bumi gara-gara jatuh cinta pada senyummu. Kamu kan bisa membuat permintaan, wish upon a star. Agar kamu bisa lebih bahagia tentunya.

PLETOK!!!

Seperti suara ayam, gelap, lampu mati, bunyi ups yang menyebalkan, bau gosong.

Aku lalu mengecek peralatan elektronik satu demi satu dalam gelap. Auch, panas. Apa ini? Charger! Dan memang bau gosong itu berasal dari peralatan yang satu ini. Kepala transistor yang cuil, gelang-gelang resistor yang sudah tidak lagi berwarna-warni, papan pcb yang hangus. Huaa charger-ku meledak dan suara ayam itu berasal dari dalamnya!!

(kenapa ayam itu bisa hidup didalam charger yah? Aku harus menanyakannya pada SonyEricsson hari ini juga)

2 Comments

  1. el

    March 15, 2005

    Reply

    gimanah ya caranya ayam bisa idup di sana?? *ikut2an bingung jugak* ;)

  2. firman

    March 19, 2005

    Reply

    waaa,…..
    gaya menyanjung wanita nyah…
    ….
    ….
    mantap. berisi. dan tulus.

    guah jadi kebaya romantis geneh,man…

Leave a Reply

%d bloggers like this: