rumah solilokui

Mar 11
2005

Kesepian yang Hadir Ditengah Keramaian

“gimana kabarnya pal?” Kamu datang menyapa ketika mataku yang masih lekat dengan pengolah kata didalam sistem operasi bajakan ini tak juga mau diajak terpejam barang sejenak. Padahal sudah capek.

Nescafe three in one yang mulai dingin, potongan tiket sebuah tempat wisata, foto senja ukuran tiga er, setengah rim paperline delapan puluh gram dan dua buah jam yang berhenti berdetak masih juga menemani. Waktu itu aku sedang sibuk menempatkan namamu di salah satu halaman yang aku tulis. Hei ini bukan kali pertama kamu menyapa disaat aku baru saja memikirkanmu. Kamu pasti seorang cenayang.

Dan kamu pun bercerita tentang kabar-kabar yang kurindukan. Tidak seperti biasanya, ada yang sesuatu selain sapa yang dipaket dengan senyum manis dan kabar hatimu yang kerap kutanyakan.

“sepi…” Ah, kali ini kamu titipkan sedih; sepi yang hadir diantara keramaian, kesepian di maha kerumunan, padaku. Bahwa kamu tidak pernah berjalan sendiri bukan berarti kamu tidak pernah merasa kesepian.

Seandainya kamu tahu, sahabat, beberapa manusia dibuat dari air, ada juga yang tersusun dari pasir, batu, awan atau bahkan api, tapi tidak dengan kamu. Aku tidak pernah tahu dari apa kamu diciptakan. Hanya satu yang pasti: sesuatu telah membentukmu menjadi lebih tegar dari sekedar yang terlihat dari luar. Beberapa orang jatuh, terpuruk dan tak pernah bangun. Kamu lain. Kamu tidak pernah berlama-lama dengan sepi dan sakit, bahkan kamu bangkit terlalu cepat.

Aku suka caramu memperlakukan hidup, hati dan senyuman.

“…jadikan ini sebagai sahabat yang menemani dalam kesepian-kesepianmu. Semoga tuhan terus menjaga hatimu (seperti yang sudah dilakukannya selama ini). Take care, pal. Ganbatte!!!” Kamu tentu masih ingat kata-kata itu kan.

Di kamusku itu artinya: kamu harus bahagia.

4 Comments

  1. el

    March 12, 2005

    Reply

    terkadang sepi menjadi suatu kebutuhan di suatu rutinitas yang menjemukan :D

  2. vita

    March 15, 2005

    Reply

    selalu menyentuh…..
    wow!

  3. handa

    August 15, 2005

    Reply

    aku pengin jadi dia. menulis seindah dia. keren. whatever….of him.
    aku lagi buka ini ke…berapa kali yah:)
    pertama kali g sengaja. dan selanjutnya karena terpesona.:):):)

  4. anelis

    April 13, 2011

    Reply

    tulisan yg bagus,,,izin copas buat status fb , pas sm suasana hatiQ..

Leave a Reply

%d bloggers like this: