rumah solilokui

Mar 23
2005

Satu Episode yang Hampir Selesai

Menunggu selama hampir satu jam di sekretariat program studiku membuat kemeja putih itu basah oleh keringat. Jam dinding itu tersenyum ketika lirikan mataku berulang kali beradu dengan detak yang beraturan ditiap detiknya. Tanganku dingin, wajahku pucat.

“Sebentar ya mas” Kata seorang ibu, karyawan di sekretariat itu. Ramah. Tidak seperti yang sering kubayangkan. Menenangkanku. Mungkin saja karena tidak tega melihatku menunggu sedari tadi. Mungkin juga kasihan . “Dosen ketua pengujinya belum selesai mengajar” Lanjutnya.

Aku menyalakan ponsel yang memang sengaja kumatikan dari pagi. Satu detik, dua detik menunggu gambar-gambar yang muncul ketika ponselku bangun dari tidur. Lalu muncul kotak kuning dilayar ponselku: New SMS: 13. Read?. Aku mulai membacanya satu demi satu. “Kenapa tidak diganti ayam saja, bukan kupu-kupu. Setidaknya kamu bisa tambah gemuk” Katamu mencoba menghibur. Ah, aku kan cuma menerjemahkan ungkapan ‘butterflies on my stomach’ yang sering diucapkan orang-orang dari eropa :p.

“Ooh jadi psikosomatis yang kemarin tuh gara-gara hari ini ya?”
“Pendadaranmu jam piro? Nangdi?”
“Jancuk, ra ngomong-ngomong”
“Sori gak bisa dateng. Goodluck aja. Emang ruangnya dimana ya?”
….

Ah, ada sesuatu yang membuatku tersenyum. Pesan-pesan singkat itu. Aku memang tidak mengatakannya pada semua orang. Hanya beberapa. Itupun tidak terlalu detil. Tidak ingin diketahui oleh siapapun. Aku akan menjadi maha panik jika mereka melihatku, disidang ujian pendadaran yang memang terbuka itu, pikirku. Akupun tidak membalas pesan-pesan itu.“Aku dah di selatan, kamu dimana fir?”

Gubrak. Sebuah pesan singkat dari seorang sahabat. Kamu jadi datang! Aku membalas pesanmu. Dan beberapa saat kemudian kamu muncul dengan muka yang benar-benar ingin aku miliki saat itu. Lebar sekali senyummu waktu itu sementara aku terjebak dalam perasaan panik dan tidak nyaman yang aku ciptakan sendiri. Sungguh, itu tidak adil vir.

“Temen-temen mau dateng juga lho” Katamu. Masih tetap dengan senyum yang ingin aku pinjam sebentar. “Ilma, Jeffry dan temen-temen lain menyusul”

Wah, aku tambah panik. Dan tawamu malah makin lebar. Seolah merekam wajah pucatku dalam ingatanmu. Iya, aku kan tidak sepertimu atau yang lainnya yang menyukai kegiatan berbicara didepan umum. Aku ingin menghilang.

“Tunggu didalam ruang sidang sebentar mas, dosen-dosennya sudah lengkap” Tiba-tiba suara bapak-bapak, salah satu karyawan yang bertugas menyiapkan ruang sidang menarikku keluar dari foxhole yang sedang kubuat. Kamu masih saja tersenyum.

S.Kom

Saat itu datang. Aku masuk kedalam. Mencoba viewer. Menata hati. Berdoa lagi dan lagi. Para sahabat mulai datang. Mereka masuk kedalam. Duduk di deretan paling belakang. Tersenyum. Memberi dukungan. Semoga aku tidak panik. Dosen-dosen penguji masuk kedalam. Satu demi satu. Duduk didekat tempatku berdiri. Aku ingin pulang.

Presentasi sepuluh menit. Lalu demo program. Pertanyaan-pertanyaan. Tentang arah panah, aliran informasi saham, model entitas, basis data dan relasi, XML response dan request, flow chart, namespace, complexType dan simpleType, pregmatch, sabun, MIDLet dan kenapa harus Nokia seri 60. Setiap sepuluh hitungan aku mencoba mencuri senyuman dari para sahabat yang tampaknya tidak juga mengerti apa yang sedang aku perjuangkan diruangan itu. Ah, sahabat, ternyata sesuatu yang aku takutkan adalah sesuatu yang benar-benar aku butuhkan. Thanks for being there for me pals.

Satu setengah jam pun berlalu.

“Anda dipersilahkan keluar, kami akan merapatkan hasil ujian” Kata dosen ketua penguji yang masih sangat muda. “Jangan lupa ini ditanda-tangani” Sembari menyerahkan lembar absensi. Kami pun keluar.

firman. selepas sidang BYUR!!

Lalu tiba-tiba ada ember. Emm bukan, yang hitam itu tangan virtri, memang agak susah membedakannya dengan ember. Tapi percayalah itu tidak terbuat dari plastik meski sama tipisnya.

Hei, beda fakultas beda kebiasaan. Di tempat kami tidak pernah ada ember dan air disaat pendadaran.

Aku hanya tertawa.

Sebuah lemari es yang melayang pun masih masuk batas toleransi, pikirku waktu itu.

Aku tidak bisa berhenti tersenyum. Apalagi ketika mendapat beberapa kabar baik setelahnya. Tentang beberapa pekerjaan yang langsung ditawarkan, masa depan yang terjamin, tentang suatu waktu dimana Tuhan sangat mencintaiku, dimana semua hal dapat didapatkan dengan mudah, tentang menjadi sesuatu maupun tentang aplfabet pertama yang menjadi nilai tugas akhirku. Aku lulus.

S.Ip

Aku masih tidak percaya kalau aku bisa menyelesaikannya secepat itu. Entah denganmu vir. Tapi yang jelas kamu sudah membuatku beternak kupu-kupu didalam perutku sejak kamu bercerita tentang buku setebal duaratus enampuluh halamanmu yang sudah di-acc sebelum aku merampungkan bab lima.

virtri. di komunikasi ugmGaris nasib menentukan lain, mungkin pertimbangan umur dan angkatan membuat Tuhan mendahulukan jadwal sidangku sebelum kamu.

Tapi aku pikir cara kita memperlakukan ujian pendadaran sangat berbeda. Aku sama sekali tidak menangkap ketakutanmu pagi itu. Aku kecewa. Aku sebenarnya masih dendam. Aku juga ingin merekam pucatmu. Aku tidak suka senyum licikmu. Tunggu saja pembalasanku

Berulang kali membuat panik salah satu temanmu yang juga ujian pendadaran tiga hari lagi adalah salah satu pelampiasan senyuman yang belum bisa lepas dari wajahku.

virtri. pembalasanSayang sekali fakultasmu termasuk jenis yang introvert, aku tidak bisa melihat ujian pendadaranmu, itu membuatku harus menunggumu di kantin bersama manusia-manusia menyenangkan.

Setelah kurang lebih satu jam akhirnya kamu pun keluar. Masih juga tersenyum.

Kelihatannya kamu mengalami dehidrasi berat, kehausan itu jelas terlihat dari wajahmu.

Aku tahu yang kamu butuhkan saat itu, sahabat. Segelas air dalam gelas, bukan ember, untuk kelulusanmu.

BYUR!!

firman. tawa licikHei, sekarang aku bisa memasang tawa licik di wajahku.

Tidak banyak orang yang bisa melakukannya lho.

Aku bilang beda fakultas beda kebiasaan.

Tapi tampaknya cara basah di fakultasmu lebih mengerikan dari kedengarannya.

Aku cuma tertawa lebih keras ketika melihat gerombolan brutal itu menggotongmu ke arah depan, ke kolam fisipol.

BYUR!!

virtri. sehabis diceburinMirip ritual kolam kodok di padmanaba. Hanya saja minus teratai dan seragam putih abu-abu.

Tubuh tipis itu dianiaya. Semoga tidak ada satu tulangpun yang cedera.

Duh, tidak sedikitpun aku merasa kasihan.

Tapi aku yakin, kamu juga berpikir, sebuah lemari es yang melayang pun masih dalam batas toleransi kan?

Selamat buat kelulusanmu, sahabatku, Maudini Virtriana, S.Ip

firman. ruang sidang ilmu komputer ugmSatu episode lagi dalam hidup akan segera berakhir. Sebuah fase akan terlewati. Kaki ini seharusnya mulai melangkah. Jauh meninggalkan ketakutan-ketakutan.

Tapi, bukankah sudah sering kukatakan padamu bahwa aku belum tahu apa yang benar-benar aku inginkan.

Aku masih saja menunggu sampai hari lebih terang, sampai hari beranjak pagi, agar bisa berpikir dan melihat dengan jelas, apa-apa yang benar-benar aku inginkan, aku butuhkan.

Karena aku selalu merasa semua hal menjadi sangat berbeda ketika matahari ada disana.

9 Comments

  1. damal

    March 23, 2005

    Reply

    selamat ya Oom…. akhirnya satu tahapan dalam hidup Oom Firman terlewati juga…..!!

    episode berikutnya apa nih??

  2. Sodara kembar firman

    March 23, 2005

    Reply

    Slamet ya,bro…

    welcome , to the live…

  3. uwan

    March 23, 2005

    Reply

    Waaaaaaahhh… jadi pengen… nggak jadi nawarin partner deh. selamat yah man. makan2 lho

  4. el

    March 23, 2005

    Reply

    congratulations ya mas..hehehehe ada makan2 ndak? :D

  5. suci

    March 26, 2005

    Reply

    Wahhh
    selamat mas firman…
    selamat datang di kehidupan yang sebenarnya…:) *sok tua, padahal gue sendiri blm apa2*

  6. firda

    March 28, 2005

    Reply

    akhirnya….
    selamat ya,mas….

  7. Mimi Hitam

    March 28, 2005

    Reply

    Congratulation!! :)) Fase baru hidup baru…semoga menjadi lebih bijak dan arif, masih banyak ujian lain :) semoga lulus juga di ujian kehidupan. Its just a beginning.
    Semoga disamping mendapat perkerjaan bagus, mudah2an…someday bisa menciptakan lapangan pekerjaan…amin

  8. jenx

    March 28, 2005

    Reply

    slamaaaaattttt
    moga2 gag takut terbang lagi deehhhh..
    xexexe

  9. firman

    April 3, 2005

    Reply

    hua!! makasih banyak pals!

    [1] episode selanjutnya adalah …. :p
    [2] akhirnya aku menyusulmu bro, hehehe
    [3] makan-makan? kapan? :)
    [4] pasti dik, mau ikut?
    [5] tengkyu dik
    [6] akhirnya, hiks T_T
    [7] amin ^^
    [8] semooooogaaa jeng ^_^
    [9] wah nek iki sih komentarku dewe

Leave a Reply

%d bloggers like this: