Cara Membuat Senyum Bulan
Cukup ketik (Ü) dan hasilnya adalah ‘senyum bulan™’ seperti ini (Ü)
Benar-benar tidak penting.
Comments Off | solilokui
Cukup ketik (Ü) dan hasilnya adalah ‘senyum bulan™’ seperti ini (Ü)
Benar-benar tidak penting.
Comments Off | solilokui
: untuk dina
Hhh, akhirnya aku menulis untukmu, setelah berabad lalu kupalingkan wajahku dari segala sesuatu tentangmu. Lama? Ya, aku hampir menghabiskan selamanya untuk menambal lubang-lubang di seonggok hati itu, hampir selamanya untuk semua coba untuk bangkit ketika tersandung pada batu yang sama, hampir selamanya untuk meneguhkan diri untuk dapat kuat kepakkan sayap, untuk tidak takut untuk terbang, juga hampir selamanya untuk mengingat apa-apa yang telah aku lupa.
Aku lupa, bahwa semua sampah ketika hati terluka itu adalah kata dan rasa kita yang berbuih-buih saat kita masih ada. Entah siapa melukai siapa. Tak jarang aku bertindak kekanakan ketika aku mencoba untuk menjadi dewasa. Aku lupa ketika kamu melukaiku, kamu juga terluka. Continue reading »
Aku melihat seseorang.
Aku melihat seorang laki-laki.
Aku melihat seorang laki-laki yang beruntung.
Ketika aku bercermin.
Tadi pagi.
Gelang merah ini eksklusif karena untuk mendapatkannya saya harus berkirim surat elektronik untuk menanyakan persediaan gelang yang memang sangat terbatas, karena hanya bisa didapatkan di yayasan tunas cendekia atau mitra-mitra penjual yang ditunjuk.
Saya tahu gelang merah ini eksklusif karena terpaksa. Eksklusifitas itu sendiri sebenarnya bukan tujuan diproduksinya gelang merah ini tapi lebih karena menjaga unsur integritas misi yang diusung oleh yayasan tunas cendekia dan bukan untuk tujuan bisnis. Menjaga kualitas gelang, keterbatasan kemampuan produksi ataupun kemudahan mengendalikan perputaran uang menjadi beberapa alasan lain yang menjadikan gelang merah ini eksklusif.
Tapi ini bukan tentang eksklusifitas. Gelang merah ini untuk anak Indonesia. Continue reading »
OrbitMu melengkung
begitu dekat ketika aku
dekat denganMu, Kekasih.
Biasa saja.
Tidak istimewa.
Karena semua juga begitu.
Iya kan?
Namun
kenapa Kau tak
juga menjauh saat aku mulai
memalingkan wajahku dariMu.
Ketika aku meninggalkanMu
Kau malah memburuku.
Membuatku tersengal.
Berlari.
Dan ditemukan.
Ah, Kau benar-benar sedang
mencari perhatianku.
Mengaku sajalah.
Lalu…
Inikah setia itu?
Inikah cintaMu
yang kerap aku sangkal?
Duh Kekasih,
hanya satu pintaku padaMu:
“paksakanlah semua inginMu,
di setiap langkah dalam hidupku”
Hanya itu.