Saat Semburat Lembayung Datang
Posted: July 19th, 2007 | Author: kakilangit | Filed under: solilokui | 8 Comments »Hari beranjak sore. Jalanan sempit yang berkelak-kelok dan penuh lubang itu mulai sepi. Sudah hampir dua setengah jam sejak kita memutuskan untuk melakukan perjalanan ini tapi sejauh pandangan mata vegetasi tumbuhan belum juga berubah. Sempat berpikir mungkin saja waktu kita tidak tepat setelah berulangkali berpapasan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan. Dan kamu cuma tersenyum.
Langit dengan kemahaluasannya tampak serupa raksasa diam ketika kamu melaju di tengah hamparan hijau sawah dan rimbun ilalang yang selalu saja menjadi sesuatu yang menyejukkan hati.
Kamu masih berceloteh tentang ini dan itu. Sesekali melongo kagum melihat alam atau bergaya berkonsentrasi penuh pada tanjakan dan tikungan yang sedikit sulit. Lalu kamu tersenyum lagi. Ah, jika hidup seumpama perjalanan yang maha panjang, niscaya perhentian-perhentian sejenak sebelum akhir akan menjadi saat-saat membagi senyum dan melepas lelah dan bukan untuk berkeluh-kesah, mungkin itu yang ingin disampaikan senyummu padaku.
Kamupun berteriak kegirangan ketika melihat loket tiket masuk khas obyek wisata beberapa puluh meter di depan. Lebih tampak seperti gerbang hutan lindung daripada sebuah pantai bagiku saat melihat rimbunnya pepohonan dan pekatnya hijau dedaunan yang menutupi sinar matahari. Aku lalu membuka kaca jendela; menunggu angin selatan yang membawa bau laut. Read the rest of this entry »