Juanda
“Maaf,” laki-laki di sebuah lobby hotel di depan terminal Bungurasih itu berkata dengan cukup sopan, “jika hanya memesan satu kamar, alamat di KTPnya harus harus sama.”
“Ok, nggak apa-apa,” tak kalah sopan kamu membalasnya.
Surabaya, pukul sebelas malam, sudah larut. Pulang ke Malang adalah pilihan yang tidak bijak. Selain mengantuk, badan kami juga lelah. Kami lalu memutuskan untuk mencari tempat untuk merebahkan badan sesaat-dua. Lalu pagi-pagi sekali baru melanjutkan perjalanan. Itu rencananya.
“Gimana?” Tanyaku padamu, “kayaknya semua penginapan di sini peraturannya emang gitu.”
“Ya, kita cari aja dulu,” jawabmu.
“Hmm, kamu saja yang pake kamarnya, aku bisa tidur di lobby atau di mobil…”
“Nggak ah,” kamu berkeras.
Malam semakin dalam. Waktu berjalan terus seiring kami yang meletih. Kami berjalan tidak terlalu cepat sembari melihat ke samping kanan maupun kiri memindai sekeliling. Kami lalu berbelok ke timur. Ke arah Juanda. Biasanya banyak penginapan di dekat terminal ataupun bandara. Continue reading »