Hatimu Ditinggal Dulu

Manusia-manusia kuat, begitu aku menyebutnya, temanku. Segelintir, tampak rapuh, termarjinalkan, menyatu dengan tumpukan sampah, kardus bekas, botol-botol plastik, ranting-ranting kering, bebatuan dan aspal yang keras. Mereka yang mampu membuat kita menangis dan melihat betapa miskin, rakus, lemah dan tak bersyukurnya diri kita. Bersentuhan dengan mereka selalu menjadi pencerahan yang ironis; pahit. Proses belajar yang selalu menusuk relung hati nurani. Jangan pernah ditinggal ya, bawa terus hatimu…
;untuk menjadikanmu manusia.

untuk seorang teman wartawati yang lupa meninggalkan hatinya ketika bekerja,
ketika bertemu dengan manusia-manusia kuat

Category: Uncategorized 8 comments »

8 Responses to “Hatimu Ditinggal Dulu”

  1. Advent

    Jangan pernah tinggalkan hati

  2. jeprong

    jagalah hati, jangan kau tinggalkan !!

  3. gXp

    Seorang teman baik, me-link blog ini dan menyebutnya “sebuah blog yang indah..” memang benar adanya walaupun di-update sama jarangnya dengan blog-ku sendiri.. hehe.. :D

  4. Ellya

    seringkali aku lupa kalo punya hati. ah baiklah, aku akan menyimpannya dalam saku :)

  5. LieZmaya

    aku punya hati tapi kdang beku kalo musim ujan :P

  6. jeffry

    mas, tulisan-tulisan seterusnya mana? masa dari hatinya ketinggalan terus… hehehe.

  7. kus

    kalau pakai hati, oplah gak bakalan naik – naik :) , pa kabar kang ?

  8. firman

    #3 hehehe, memulai dan mengakhiri adalah hal-hal tersulit dalam hidup :p
    #4 le petit prince ne parle pas de nombre :)


Leave a Reply



Back to top