Hatimu Ditinggal Dulu

Posted: August 14th, 2008 | Author: | Filed under: solilokui | 8 Comments »

Manusia-manusia kuat, begitu aku menyebutnya, temanku. Segelintir, tampak rapuh, termarjinalkan, menyatu dengan tumpukan sampah, kardus bekas, botol-botol plastik, ranting-ranting kering, bebatuan dan aspal yang keras. Mereka yang mampu membuat kita menangis dan melihat betapa miskin, rakus, lemah dan tak bersyukurnya diri kita. Bersentuhan dengan mereka selalu menjadi pencerahan yang ironis; pahit. Proses belajar yang selalu menusuk relung hati nurani. Jangan pernah ditinggal ya, bawa terus hatimu…
;untuk menjadikanmu manusia.

untuk seorang teman wartawati yang lupa meninggalkan hatinya ketika bekerja,
ketika bertemu dengan manusia-manusia kuat


8 Comments on “Hatimu Ditinggal Dulu”

  1. 1 Advent said at 8:25 am on August 15th, 2008:

    Jangan pernah tinggalkan hati

  2. 2 jeprong said at 9:02 am on August 15th, 2008:

    jagalah hati, jangan kau tinggalkan !!

  3. 3 gXp said at 11:43 am on August 15th, 2008:

    Seorang teman baik, me-link blog ini dan menyebutnya “sebuah blog yang indah..” memang benar adanya walaupun di-update sama jarangnya dengan blog-ku sendiri.. hehe.. :D

  4. 4 Ellya said at 4:24 am on October 10th, 2008:

    seringkali aku lupa kalo punya hati. ah baiklah, aku akan menyimpannya dalam saku :)

  5. 5 LieZmaya said at 1:44 am on October 21st, 2008:

    aku punya hati tapi kdang beku kalo musim ujan :P

  6. 6 jeffry said at 4:48 am on November 28th, 2008:

    mas, tulisan-tulisan seterusnya mana? masa dari hatinya ketinggalan terus… hehehe.

  7. 7 kus said at 5:32 am on September 6th, 2008:

    kalau pakai hati, oplah gak bakalan naik – naik :) , pa kabar kang ?

  8. 8 firman said at 8:14 am on September 6th, 2008:

    #3 hehehe, memulai dan mengakhiri adalah hal-hal tersulit dalam hidup :p
    #4 le petit prince ne parle pas de nombre :)


Leave a Reply