Hatimu Ditinggal Dulu
Manusia-manusia kuat, begitu aku menyebutnya, temanku. Segelintir, tampak rapuh, termarjinalkan, menyatu dengan tumpukan sampah, kardus bekas, botol-botol plastik, ranting-ranting kering, bebatuan dan aspal yang keras. Mereka yang mampu membuat kita menangis dan melihat betapa miskin, rakus, lemah dan tak bersyukurnya diri kita. Bersentuhan dengan mereka selalu menjadi pencerahan yang ironis; pahit. Proses belajar yang selalu menusuk relung hati nurani. Jangan pernah ditinggal ya, bawa terus hatimu…
;untuk menjadikanmu manusia.
untuk seorang teman wartawati yang lupa meninggalkan hatinya ketika bekerja,
ketika bertemu dengan manusia-manusia kuat
Category: Uncategorized 8 comments »
August 15th, 2008 at 8:25 am
Jangan pernah tinggalkan hati
August 15th, 2008 at 9:02 am
jagalah hati, jangan kau tinggalkan !!
August 15th, 2008 at 11:43 am
Seorang teman baik, me-link blog ini dan menyebutnya “sebuah blog yang indah..” memang benar adanya walaupun di-update sama jarangnya dengan blog-ku sendiri.. hehe..
October 10th, 2008 at 4:24 am
seringkali aku lupa kalo punya hati. ah baiklah, aku akan menyimpannya dalam saku
October 21st, 2008 at 1:44 am
aku punya hati tapi kdang beku kalo musim ujan
November 28th, 2008 at 4:48 am
mas, tulisan-tulisan seterusnya mana? masa dari hatinya ketinggalan terus… hehehe.
September 6th, 2008 at 5:32 am
kalau pakai hati, oplah gak bakalan naik – naik
, pa kabar kang ?
September 6th, 2008 at 8:14 am
#3 hehehe, memulai dan mengakhiri adalah hal-hal tersulit dalam hidup :p
#4 le petit prince ne parle pas de nombre