<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rumah solilokui</title>
	<atom:link href="http://kakilangit.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kakilangit.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jun 2011 08:23:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Surga Sederhana</title>
		<link>http://kakilangit.com/2011/06/surga-sederhana/</link>
		<comments>http://kakilangit.com/2011/06/surga-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 08:23:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakilangit</dc:creator>
				<category><![CDATA[solilokui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakilangit.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Surga adalah menyantap sop ceker ayam, petai goreng, sambal seadanya, es teh pahit, diiringi pengamen buta bersuara merdu bersamamu Blok M, 2011]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surga adalah menyantap sop ceker<br />
ayam, petai goreng, sambal seadanya, es teh<br />
pahit, diiringi pengamen buta bersuara merdu</p>
<p>bersamamu</p>
<p style="text-align: right;">Blok M, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakilangit.com/2011/06/surga-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika</title>
		<link>http://kakilangit.com/2011/06/jika/</link>
		<comments>http://kakilangit.com/2011/06/jika/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 03:18:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakilangit</dc:creator>
				<category><![CDATA[solilokui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakilangit.com/2011/06/jika/</guid>
		<description><![CDATA[Jika mencintaimu salah Aku tak ingin menjadi benar]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika mencintaimu salah</p>
<p>Aku tak ingin menjadi benar</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakilangit.com/2011/06/jika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sajak Seorang Tua untuk Istrinya</title>
		<link>http://kakilangit.com/2009/08/sajak-seorang-tua-untuk-istrinya/</link>
		<comments>http://kakilangit.com/2009/08/sajak-seorang-tua-untuk-istrinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 02:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakilangit</dc:creator>
				<category><![CDATA[solilokui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakilangit.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Aku tulis sajak ini untuk menghibur hatimu Sementara kau kenangkan encokmu kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang Dan juga masa depan kita yang hampir rampung dan dengan lega akan kita lunaskan. Kita tidaklah sendiri dan terasing dengan nasib kita Kerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan. Suka duka kita bukanlah istimewa kerna setiap orang mengalaminya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tulis sajak ini<br />
untuk menghibur hatimu<br />
Sementara kau kenangkan encokmu<br />
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang<br />
Dan juga masa depan kita<br />
yang hampir rampung<br />
dan dengan lega akan kita lunaskan.</p>
<p>Kita tidaklah sendiri<br />
dan terasing dengan nasib kita<br />
Kerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.<br />
Suka duka kita bukanlah istimewa<br />
kerna setiap orang mengalaminya.</p>
<p>Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh<br />
Hidup adalah untuk mengolah hidup<br />
bekerja membalik tanah<br />
memasuki rahasia langit dan samodra,<br />
serta mencipta dan mengukir dunia.<br />
Kita menyandang tugas,<br />
kerna tugas adalah tugas.<br />
Bukannya demi sorga atau neraka.<br />
Tetapi demi kehormatan seorang manusia.</p>
<p>Kerna sesungguhnyalah kita bukan debu<br />
meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu.<br />
Kita adalah kepribadian<br />
dan harga kita adalah kehormatan kita.<br />
Tolehlah lagi ke belakang<br />
ke masa silam yang tak seorangpun kuasa menghapusnya.</p>
<p>Lihatlah betapa tahun-tahun kita penuh warna.<br />
Sembilan puluh tahun yang dibelai napas kita.<br />
Sembilan puluh tahun yang selalu bangkit<br />
melewatkan tahun-tahun lama yang porak poranda.<br />
Dan kenangkanlah pula<br />
bagaimana kita dahulu tersenyum senantiasa<br />
menghadapi langit dan bumi, dan juga nasib kita.</p>
<p>Kita tersenyum bukanlah kerna bersandiwara.<br />
Bukan kerna senyuman adalah suatu kedok.<br />
Tetapi kerna senyuman adalah suatu sikap.<br />
Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama,<br />
nasib, dan kehidupan.</p>
<p>Lihatlah! Sembilan puluh tahun penuh warna<br />
Kenangkanlah bahwa kita telah selalu menolak menjadi koma.<br />
Kita menjadi goyah dan bongkok<br />
kerna usia nampaknya lebih kuat dari kita<br />
tetapi bukan kerna kita telah terkalahkan.</p>
<p>Aku tulis sajak ini<br />
untuk menghibur hatimu<br />
Sementara kaukenangkan encokmu<br />
kenangkanlah pula<br />
bahwa kita ditantang seratus dewa.</p>
<p>WS. Rendra, Sajak-sajak sepatu tua, 1972</p>
<blockquote><p>Saya cuma ingin berbagi salah satu sajak yang paling saya sukai dari sang burung merak, W.S. Rendra (1935-2009).</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakilangit.com/2009/08/sajak-seorang-tua-untuk-istrinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dikutuk untuk Hidup</title>
		<link>http://kakilangit.com/2009/08/dikutuk-untuk-hidup/</link>
		<comments>http://kakilangit.com/2009/08/dikutuk-untuk-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 02:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakilangit</dc:creator>
				<category><![CDATA[solilokui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakilangit.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Tragedi kehidupan manusia adalah kefanaan kita; yang berarti satu-satunya hal yang pasti menunggu kita di akhir kehidupan adalah kematian. Saya suka dengan film besutan Robert Zemeckis yang dibintangi Bruce Willis, Meryl Streep dan Goldie Hawn; Death Becomes Her. Film yang menuturkan bahwa keabadian adalah sebuah kutukan. Kita memerlukan kematian untuk memberi wujud dan arti sebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/kakilangit/3784756012/"><img class="alignleft" title="Twilight" src="http://farm4.static.flickr.com/3503/3784756012_e68f0d88a7_z.jpg" alt="" width="257" height="384" /></a>Tragedi kehidupan manusia adalah kefanaan kita; yang berarti satu-satunya hal yang pasti menunggu kita di akhir kehidupan adalah kematian. Saya suka dengan film besutan Robert Zemeckis yang dibintangi Bruce Willis, Meryl Streep dan Goldie Hawn; Death Becomes Her. Film yang menuturkan bahwa keabadian adalah sebuah kutukan. Kita memerlukan kematian untuk memberi wujud dan arti sebuah kehidupan. Tanpa itu, kita akan menemui kehidupan yang tak berarti, <em>pointless</em>. Dalam sudut pandang ini, jika neraka adalah laknat abadi, maka bagi Hades hidup yang kekal sudah cukup sebagai tempat penghukuman.</p>
<p><span id="more-186"></span>Tidak mengejutkan mengetahui banyak orang yang menginginkan keabadian. Dapat dimengerti. Pada dasarnya yang kita inginkan adalah lebih banyak waktu untuk hidup. Dan 60 tahun, jika kita beruntung, tampaknya belum cukup lama. Ada banyak tempat yang harus dilihat, banyak yang harus dilakukan dan pengalaman-pengalaman yang belum kita rasakan, ah. Jika saja kita punya waktu lebih banyak untuk melakukan itu.</p>
<p>Sebanyak apapun jatah hidup kita, tampaknya tak akan pernah cukup. Tapi ironisnya kita lebih sering membuang-buang waktu, kita tak jarang tidak terlalu lapar untuk menggunakan waktu yang kita punya dengan sebaik-baiknya.  Lain lagi jika waktu kita tak terbatas, dengan jatah waktu infinitif, tentu &#8220;membuang-buang waktu&#8221; menjadi tak bermakna; dan eksistensi menjadi sesuatu yang membosankan.</p>
<p>Bisa jadi kita adalah penipu ulung untuk diri kita sendiri, ketika mengatakan masalahnya ada pada singkatnya hidup. Karena kita tak bisa mengubah panjangnya jatah hidup, semua tragedi yang berasal dari hidup yang pendek ini bukan salah kita. Susah untuk mengakui bahwa kita bertanggung jawab pada bagaimana kita menggunakan waktu yang sudah dialokasikan untuk kita, sesingkat apapun.</p>
<p>Mungkin kita seharusnya berhenti berpikir, &#8220;jika saya punya lebih banyak waktu&#8221; dan lebih memikirkan &#8220;jika saja saya menggunakan waktu yang saya punya dengan lebih baik&#8221;.</p>
<p>Selamat jalan untuk semua yang telah meninggalkan gedung kehidupan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakilangit.com/2009/08/dikutuk-untuk-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Monalisa di Pantai</title>
		<link>http://kakilangit.com/2009/07/monalisa-di-pantai/</link>
		<comments>http://kakilangit.com/2009/07/monalisa-di-pantai/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2009 13:23:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakilangit</dc:creator>
				<category><![CDATA[solilokui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakilangit.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Dari atas bukit, Femme melihat seorang pria sedang asyik mencorat-coret pasir di pantai. Di matanya perlahan coretan-coretan itu menjelma lukisan. Adalah wajah yang sangat cantik, tidak begitu nyata tergambar, tapi bisa dilihat dari banyak sudut sekaligus. Femme sangat terkejut ketika dia mendapati lukisan di pasir itu seperti karya Da Vinci; ia seperti Monalisa. Beberapa saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/kakilangit/3771530055/"><img class="alignleft" title="Monalisa on the Beach" src="http://farm4.static.flickr.com/3574/3771530055_5b3406515b_z.jpg" alt="" width="257" height="384" /></a>Dari atas bukit, Femme melihat seorang pria sedang asyik mencorat-coret pasir di pantai.  Di matanya perlahan coretan-coretan itu menjelma lukisan. Adalah wajah yang sangat cantik, tidak begitu nyata tergambar, tapi bisa dilihat dari banyak sudut sekaligus. Femme sangat terkejut ketika dia mendapati lukisan di pasir itu seperti karya Da Vinci; ia seperti Monalisa.</p>
<p>Beberapa saat kemudian setelah pikirannya mulai jernih, jantungnya berhenti berdetak. Femme melepas teropongnya dan menggosok-gosok matanya; memastikan dia tidak berkhayal. Lukisan itu memang benar Monalisa.</p>
<p><span id="more-176"></span>Femme berlari. Dia menyusuri jalan ini setiap hari, dia tahu sebentar lagi laut pasang dan ombaknya akan menghapus Monalisa itu. Bagaimanapun juga ia harus menyelamatkannya, harus! Tapi bagaimana?</p>
<p>Menahan gelombang pasang adalah mustahil. Mengambil semua pasir berlukis wajah Monalisa malah akan merusaknya lebih cepat. Ide mengambil kamera di rumahnya yang tak begitu jauh dari pantai sempat melintas di kepalanya. Tapi itu cuma cara terbaik merekam sebuah karya, bukan mempertahankan lukisan itu sendiri. Dan jika ia melakukannya mungkin lukisan itu sudah terhapus oleh ombak samudra saat ia kembali.</p>
<p>Mungkin ia cukup menikmatinya saja. Menikmati pemandangan menakjubkan itu, selama mungkin, sebelum ia terhapus oleh air laut. Ketika Femme memandanginya, ia tak tahu harus tersenyum atau menangis.</p>
<p><em>In a Season of Calm Weather</em> dari <em>A Medicine for Melancholy</em> (1959) &#8211; <em>Ray Bradbury</em><br />
&#8230;</p>
<p>Pun sebuah karya seni, tak jarang yang tak abadi. Sebuah pekerjaan seni yang terkoyak oleh waktu adalah fakta yang tragis. Absurd jika kita menganggap pertunjukan semacam teater, sendra tari atau sebuah orkestra harus bisa seabadi patung atau arca. Film bisa merekamnya atau kita bisa mempertahankan naskahnya dan tetap saja hanya orang-orang yang menghadiri konsernya bisa menjelaskan perasaan meluap-luap; semacam ekstasi seni dibanding yang hanya menonton filmnya.</p>
<p>Bisa jadi hasrat kita untuk mengabadikan sesuatu yang indah adalah penyangkalan pada kefanaan kita. Bahwa karya seni berumur lebih panjang dari manusia membuat beberapa manusia menjadikannya sebuah bentuk keabadian yang mewakili dirinya.</p>
<p>Jika kita menganggap karya seni itu fana, dan tidak ada yang abadi; mungkin kita bisa melihat dengan jelas di mana nilai sebuah karya seni dan tentu saja kehidupan bisa ditemukan; <em>in experiencing them</em></p>
<p>Happy belated birthday to me.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakilangit.com/2009/07/monalisa-di-pantai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hatimu Ditinggal Dulu</title>
		<link>http://kakilangit.com/2008/08/hatimu-ditinggal-dulu/</link>
		<comments>http://kakilangit.com/2008/08/hatimu-ditinggal-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 00:10:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakilangit</dc:creator>
				<category><![CDATA[solilokui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakilangit.com/2008/08/hatimu_ditinggal_dulu/</guid>
		<description><![CDATA[Manusia-manusia kuat, begitu aku menyebutnya, temanku. Segelintir, tampak rapuh, termarjinalkan, menyatu dengan tumpukan sampah, kardus bekas, botol-botol plastik, ranting-ranting kering, bebatuan dan aspal yang keras. Mereka yang mampu membuat kita menangis dan melihat betapa miskin, rakus, lemah dan tak bersyukurnya diri kita. Bersentuhan dengan mereka selalu menjadi pencerahan yang ironis; pahit. Proses belajar yang selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia-manusia kuat, begitu aku menyebutnya, temanku. Segelintir, tampak rapuh, termarjinalkan, menyatu dengan tumpukan sampah, kardus bekas, botol-botol plastik, ranting-ranting kering, bebatuan dan aspal yang keras. Mereka yang mampu membuat kita menangis dan melihat betapa miskin, rakus, lemah dan tak bersyukurnya diri kita. Bersentuhan dengan mereka selalu menjadi pencerahan yang ironis; pahit. Proses belajar yang selalu menusuk relung hati nurani. Jangan pernah ditinggal ya, bawa terus hatimu&#8230;<br />
;untuk menjadikanmu manusia.</p>
<p><small>untuk seorang teman wartawati yang lupa meninggalkan hatinya ketika bekerja,<br />
ketika bertemu dengan manusia-manusia kuat</small></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakilangit.com/2008/08/hatimu-ditinggal-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hadiah</title>
		<link>http://kakilangit.com/2008/07/hadiah/</link>
		<comments>http://kakilangit.com/2008/07/hadiah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 01:45:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakilangit</dc:creator>
				<category><![CDATA[solilokui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakilangit.com/2008/07/hadiah/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Yesterday is history. Tomorrow is a mystery. And today? Today is a gift. That&#8217;s why we call it the present.&#8221; Babatunde Olatunji Aku menjadi tua, menikmati setiap detik hidup dan mendapati hadiahku setiap hari; embun pagi, terik matari, lembayung senja, jatuh, terpuruk, sakit, sedih, kehilangan, bangun, kesempatan, kesehatan, tuhan, dan sunggingan senyummu, nyamanku&#8230; Aku menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--hack--></p>
<blockquote><p>&#8220;Yesterday is history. Tomorrow is a mystery. And today? Today is a gift. That&#8217;s why we call it the present.&#8221; <em>Babatunde Olatunji</em></p>
</blockquote>
<p>Aku menjadi tua, menikmati setiap detik hidup dan mendapati hadiahku setiap hari;<br />
embun pagi, terik matari, lembayung senja, jatuh, terpuruk, sakit, sedih, kehilangan, bangun, kesempatan, kesehatan, tuhan, dan sunggingan senyummu, nyamanku&#8230;</p>
<p>Aku menjadi tua, menikmati setiap detik hidup dan mendapati hadiahku setiap hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakilangit.com/2008/07/hadiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Klise yang Cantik</title>
		<link>http://kakilangit.com/2008/06/klise-yang-cantik/</link>
		<comments>http://kakilangit.com/2008/06/klise-yang-cantik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 16:36:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakilangit</dc:creator>
				<category><![CDATA[solilokui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakilangit.com/2008/06/klise_yang_cantik/</guid>
		<description><![CDATA[Ketinggian sekitar 2.329 meter sudah cukup untuk membuat udara menjadi sejuk kalau tidak bisa dikatakan dingin menusuk tulang saat kemarau seperti ini; kemewahan bagi para penghirup polusi. Medan yang mudah membuat tak hanya traveler dan pendaki gunung saja yang bisa menikmati puncaknya. Sudah terlalu banyak cerita indah pendongeng-pendongeng, lukisan elok para seniman ataupun citra menakjubkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i262.photobucket.com/albums/ii118/kakilangit_com/blog/20080622-IMG_2106ps2.jpg" class="imgLeft floatLeft" alt="Cliche but Beautiful">Ketinggian sekitar 2.329 meter sudah cukup untuk membuat udara menjadi sejuk kalau tidak bisa dikatakan dingin menusuk tulang saat kemarau seperti ini; kemewahan bagi para penghirup polusi. Medan yang mudah membuat tak hanya <em>traveler</em> dan pendaki gunung saja yang bisa menikmati puncaknya.</p>
<p>Sudah terlalu banyak cerita indah pendongeng-pendongeng, lukisan elok para seniman ataupun citra menakjubkan bidikan fotografer dari dunia di balik <em>viewfinder</em> mereka yang berkisah tentang lansekap ini.</p>
<p>Yah, Bromo adalah sebuah klise; klise yang cantik. Dan aku tak juga bosan mengunjunginya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakilangit.com/2008/06/klise-yang-cantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Senyumpagi</title>
		<link>http://kakilangit.com/2008/05/rumah-senyumpagi/</link>
		<comments>http://kakilangit.com/2008/05/rumah-senyumpagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 16:14:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakilangit</dc:creator>
				<category><![CDATA[solilokui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakilangit.com/2008/05/rumah_senyumpagi/</guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di rumah senyumpagi; rumah rumput teki dan bunga-bunga matahari, dimana seribu jendela menjadi sahabat cahya mentari, berjumpa angin sejuk di ruang-ruang sederhana beratap tinggi. Selamat datang di rumah senyumpagi; persembunyian rahasia yang teduh dari terik hari, tempat pelarian sempurna setelah jengah dengan hiruk pikuk jakarta. &#8220;Selamat datang di rumah senyumpagi, bulan dan bintang,&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i262.photobucket.com/albums/ii118/kakilangit_com/blog/selamatdatangrumahsenyumpagi-1.jpg" class="imgLeft floatLeft" alt="Rumah Senyumpagi">Selamat datang di rumah senyumpagi; rumah rumput teki dan bunga-bunga matahari, dimana seribu jendela menjadi sahabat cahya mentari, berjumpa angin sejuk di ruang-ruang sederhana beratap tinggi. Selamat datang di rumah senyumpagi; persembunyian rahasia yang teduh dari terik hari, tempat pelarian sempurna setelah jengah dengan hiruk pikuk jakarta.</p>
<p>&#8220;Selamat datang di rumah senyumpagi, bulan dan bintang,&#8221; sapa senyumpagi dan pendongeng ajaib.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakilangit.com/2008/05/rumah-senyumpagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anyone Else But You</title>
		<link>http://kakilangit.com/2008/05/anyone-else-but-you/</link>
		<comments>http://kakilangit.com/2008/05/anyone-else-but-you/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 21:57:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kakilangit</dc:creator>
				<category><![CDATA[solilokui]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kakilangit.com/2008/05/anyone_else_but_you/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Udah nonton Juno belum? Kemarin tiba-tiba bulan sms gitu,&#8221; tanyamu, si senyumpagi. &#8220;Belum,&#8221; jawabku, &#8220;kayaknya bulan udah beli dvd bajakannya. Bagus ya?&#8221; &#8220;Baguuuuss.&#8221; &#8220;Bajakan juga?&#8221; &#8220;Iyaa&#8221; &#8220;Hahaha&#8221; &#8220;Sama download lagu-lagu soundtracknya&#8221; &#8220;Apa aja? Aku ikutan download aja kalo bagus.&#8221; iya, itu juga membajak namanya. &#8220;Anyone else but you by Moldy Peaches,&#8221; jawabmu, &#8220;itu keren bangeeeeeeet&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Udah nonton Juno belum? Kemarin tiba-tiba bulan sms gitu,&#8221; tanyamu, si senyumpagi.<br />
&#8220;Belum,&#8221; jawabku, &#8220;kayaknya bulan udah beli dvd bajakannya. Bagus ya?&#8221;<br />
&#8220;Baguuuuss.&#8221;<br />
&#8220;Bajakan juga?&#8221;<br />
&#8220;Iyaa&#8221;<br />
&#8220;Hahaha&#8221;<br />
&#8220;Sama download lagu-lagu soundtracknya&#8221;<br />
&#8220;Apa aja? Aku ikutan download aja kalo bagus.&#8221; iya, itu juga membajak namanya.<br />
&#8220;Anyone else but you by Moldy Peaches,&#8221; jawabmu, &#8220;itu keren bangeeeeeeet&#8221;<br />
&#8220;Hahahaha,&#8221; iya deh.<br />
&#8220;Udah dapet? Just tell me yah?&#8221;</p>
<p>Beberapa menit kemudian lagu cantik ini sudah ada di playlist, dan hanya lagu ini dalam 30 antrian kedepan, atau mungkin satu-satunya lagu sampai akhir hari ini.</p>
<blockquote><p><strong>Anyone Else But You</strong><br />
The Moldy Peaches</p>
<p>You&#8217;re a part time lover and a full time friend<br />
The monkey on you&#8217;re back is the latest trend<br />
I don&#8217;t see what anyone can see, in anyone else<br />
But you</p>
<p>I kiss you on the brain in the shadow of a train<br />
I kiss you all starry eyed, my body&#8217;s swinging from side to side<br />
I don&#8217;t see what anyone can see, in anyone else<br />
But you</p>
<p>Here is the church and here is the steeple<br />
We sure are cute for two ugly people<br />
I don&#8217;t see what anyone can see, in anyone else<br />
But you</p>
<p>The pebbles forgive me, the trees forgive me<br />
So why can&#8217;t, you forgive me?<br />
I don&#8217;t see what anyone can see, in anyone else<br />
But you</p>
<p>I will find my nitch in your car<br />
With my mp3 DVD rumple-packed guitar<br />
I don&#8217;t see what anyone can see, in anyone else<br />
But you</p>
<p>Up up down down left right left right B A start<br />
Just because we use cheats doesn&#8217;t mean we&#8217;re not smart<br />
I don&#8217;t see what anyone can see, in anyone else<br />
But you</p>
<p>You are always trying to keep it real<br />
I&#8217;m in love with how you feel<br />
I don&#8217;t see what anyone can see, in anyone else<br />
But you</p>
<p>We both have shiny happy fits of rage<br />
You want more fans, I want more stage<br />
I don&#8217;t see what anyone can see, in anyone else<br />
But you</p>
<p>Don Quixote was a steel driving man<br />
My name is Adam I&#8217;m your biggest fan<br />
I don&#8217;t see what anyone can see, in anyone else<br />
But you</p>
<p>Squinched up your face and did a dance<br />
You shook a little turd out of the bottom of your pants<br />
I don&#8217;t see what anyone can see, in anyone else<br />
But you</p></blockquote>
<p><!--hack--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kakilangit.com/2008/05/anyone-else-but-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

