<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.9.2" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>rumah solilokui</title>
	<link>http://kakilangit.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Aug 2009 02:22:34 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Sajak Seorang Tua untuk Istrinya</title>
		<description><![CDATA[Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara kau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita
yang hampir rampung
dan dengan lega akan kita lunaskan.
Kita tidaklah sendiri
dan terasing dengan nasib kita
Kerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.
Suka duka kita bukanlah istimewa
kerna setiap orang mengalaminya.
Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki [...]]]></description>
		<link>http://kakilangit.com/2009/08/sajak-seorang-tua-untuk-istrinya/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Dikutuk untuk Hidup</title>
		<description><![CDATA[ Tragedi kehidupan manusia adalah kefanaan kita; yang berarti satu-satunya hal yang pasti menunggu kita di akhir kehidupan adalah kematian. Saya suka dengan film besutan Robert Zemeckis yang dibintangi Bruce Willis, Meryl Streep dan Goldie Hawn; Death Becomes Her. Film yang menuturkan bahwa keabadian adalah sebuah kutukan. Kita memerlukan kematian untuk memberi wujud dan arti [...]]]></description>
		<link>http://kakilangit.com/2009/08/dikutuk-untuk-hidup/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Monalisa di Pantai</title>
		<description><![CDATA[Dari atas bukit, Femme melihat seorang pria sedang asyik mencorat-coret pasir di pantai.  Di matanya perlahan coretan-coretan itu menjelma lukisan. Adalah wajah yang sangat cantik, tidak begitu nyata tergambar, tapi bisa dilihat dari banyak sudut sekaligus. Femme sangat terkejut ketika dia mendapati lukisan di pasir itu seperti karya Da Vinci; ia seperti Monalisa.
Beberapa saat [...]]]></description>
		<link>http://kakilangit.com/2009/07/monalisa-di-pantai/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Hatimu Ditinggal Dulu</title>
		<description><![CDATA[Manusia-manusia kuat, begitu aku menyebutnya, temanku. Segelintir, tampak rapuh, termarjinalkan, menyatu dengan tumpukan sampah, kardus bekas, botol-botol plastik, ranting-ranting kering, bebatuan dan aspal yang keras. Mereka yang mampu membuat kita menangis dan melihat betapa miskin, rakus, lemah dan tak bersyukurnya diri kita. Bersentuhan dengan mereka selalu menjadi pencerahan yang ironis; pahit. Proses belajar yang selalu [...]]]></description>
		<link>http://kakilangit.com/2008/08/hatimu-ditinggal-dulu/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Hadiah</title>
		<description><![CDATA[
&#8220;Yesterday is history. Tomorrow is a mystery. And today? Today is a gift. That&#8217;s why we call it the present.&#8221; Babatunde Olatunji

Aku menjadi tua, menikmati setiap detik hidup dan mendapati hadiahku setiap hari;
embun pagi, terik matari, lembayung senja, jatuh, terpuruk, sakit, sedih, kehilangan, bangun, kesempatan, kesehatan, tuhan, dan sunggingan senyummu, nyamanku&#8230;
Aku menjadi tua, menikmati setiap [...]]]></description>
		<link>http://kakilangit.com/2008/07/hadiah/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Klise yang Cantik</title>
		<description><![CDATA[Ketinggian sekitar 2.329 meter sudah cukup untuk membuat udara menjadi sejuk kalau tidak bisa dikatakan dingin menusuk tulang saat kemarau seperti ini; kemewahan bagi para penghirup polusi. Medan yang mudah membuat tak hanya traveler dan pendaki gunung saja yang bisa menikmati puncaknya.
Sudah terlalu banyak cerita indah pendongeng-pendongeng, lukisan elok para seniman ataupun citra menakjubkan bidikan [...]]]></description>
		<link>http://kakilangit.com/2008/06/klise-yang-cantik/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Rumah Senyumpagi</title>
		<description><![CDATA[Selamat datang di rumah senyumpagi; rumah rumput teki dan bunga-bunga matahari, dimana seribu jendela menjadi sahabat cahya mentari, berjumpa angin sejuk di ruang-ruang sederhana beratap tinggi. Selamat datang di rumah senyumpagi; persembunyian rahasia yang teduh dari terik hari, tempat pelarian sempurna setelah jengah dengan hiruk pikuk jakarta.
&#8220;Selamat datang di rumah senyumpagi, bulan dan bintang,&#8221; sapa [...]]]></description>
		<link>http://kakilangit.com/2008/05/rumah-senyumpagi/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Anyone Else But You</title>
		<description><![CDATA[&#8220;Udah nonton Juno belum? Kemarin tiba-tiba bulan sms gitu,&#8221; tanyamu, si senyumpagi.
&#8220;Belum,&#8221; jawabku, &#8220;kayaknya bulan udah beli dvd bajakannya. Bagus ya?&#8221;
&#8220;Baguuuuss.&#8221;
&#8220;Bajakan juga?&#8221;
&#8220;Iyaa&#8221;
&#8220;Hahaha&#8221;
&#8220;Sama download lagu-lagu soundtracknya&#8221;
&#8220;Apa aja? Aku ikutan download aja kalo bagus.&#8221; iya, itu juga membajak namanya.
&#8220;Anyone else but you by Moldy Peaches,&#8221; jawabmu, &#8220;itu keren bangeeeeeeet&#8221;
&#8220;Hahahaha,&#8221; iya deh.
&#8220;Udah dapet? Just tell me yah?&#8221;
Beberapa menit [...]]]></description>
		<link>http://kakilangit.com/2008/05/anyone-else-but-you/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Matikan Mesin di Traffic Light</title>
		<description><![CDATA[Sudah cukup lama Yogyakarta memiliki penghitung waktu di sejumlah traffic light. Hal ini sangat membantu pemakai jalan; baik pedestrian yang akan menyeberang maupun pengguna kendaran bermotor dan yang tidak bermotor. Membantu dalam mengalkulasi tindakan serta memperbaiki kebiasan berkendara dan memakai jalan raya.
Saya memperhatikan waktu menunggu hijau di beberapa traffic light lebih lama dibanding traffic light [...]]]></description>
		<link>http://kakilangit.com/2008/04/matikan-mesin-di-traffic-light/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Alan</title>
		<description><![CDATA[Kami bertemu dengannya di lantai dua Taman Budaya Yogyakarta sewaktu menunggu seorang teman yang belum juga nampak. Di depan pintu masuk pertama, sembari mengamati manusia yang lalu-lalang di balkon besar itu. Ia memakai celana pendek, jaket kulit coklat, tas cangklong dan sepatu keds. Tidak begitu kumal. Tapi tak bisa dibilang bersih.
Sejenak kamu menyadari perbedaan kultur [...]]]></description>
		<link>http://kakilangit.com/2008/03/alan/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
