Enam

dinaLooks like we made it
Look how far we’ve come my baby
We might took the long way
We knew we’d get there someday

They said, “I bet they’ll never make it”
But just look at us holding on
We’re still together still going strong

You’re still the one
You’re still the one I run to
The one that I belong to
You’re still the one I want for life
You’re still the one that I love
The only one I dream of

You’re still the one I kiss good night
Ain’t nothin’ better
We beat the odds together
I’m glad we didn’t listen
Look at what we would be missin’

I’m so glad we made it
Look how far we’ve come my baby

And its been six years, din.
And still …

#
this posting’s category was With Dina category

10 Replies to “Enam”

  1. yaaa..aahh…. now, there’s no time 2 save ur historic romantical man..
    Nek omong abot ya aboo.oott buanget..
    tapi kita (lelaki) gak ‘sekedar’ gitu..
    gampang runtuh… bahkan kata 6 tahunmu gak bisa jadi legitimasi buat itu..
    cukup Adam as wae sing jatuh sama Hawa..
    kita? need more than just ‘a’ 6 yearz..

  2. apalah artinya 6 tahun dibandingkan dengan umur hujan, matahari atau bahkan senja

    im in a new chapter now, completing my puzzle, its a new one.

  3. ..sebenernya sentimenmu dengan hujan, matahari atau senja itu apa to..??! kenapa mereka terus yang kamu gunakan untuk bersembunyi dari kejujuran? kenapa mereka terus yang selalu jadi pembenaranmu? kenapa mereka? kenapa bukan yang lain?
    mereka hanya element pembentuk waktu. Maka waktulah yang harusnya ditemakan (at least menurutku).
    Bahkan waktupun gak pernah komplain kalo kita salahkan. Waktu selalu setia menjadi saksi setiap detil drama manusia kan?
    Mas… i just trying 2 help u to complete ur puzzle..
    tapi siapapun gak akan berhasil meraih tanganmu kalo kamu sendiri masih meringkuk di pojok ruang egoisme, harga diri, atau apalah namanya; atas nama “aku kiy isih loro..!!! mbok ben.!! “..
    Coz…aku ngerti buanget rasane koyo opo kowe saiki… (piss men). tapi yo monggo kerso ding.
    Aku ming pingin berbagi dan pingin ngerti sebenarnya kamu tuh masih heran, gak tahu, sakit hati, atau ketiganya; dengan masalahmu kui…

  4. waduh mas, aku yo seneng2 wae nek ono sing ngewangi ‘to complete my puzzle’, tenin

    sentimen? ah mbok jgn terlalu dibesar2kan. Mereka (bersama sang waktu) tdk pernah saya salahkan kok dan gak pernah jadi tempat sembunyi yg ideal; mereka juga bukan cuma ‘hanya’ dibanding ‘waktu’, tidak ada yg dilebihkan; melengkapi satu sama lain (waktu terlalu sulit dipahami, menurut saya; monoton; tak tik tak tik; teratur sekali; saya kerap ditinggalnya tapi tidak jarang dia terlalu renta mengikuti langkah saya) . Saya berusaha untuk jujur lho; setidaknya dlm rentang waktu yg sangat sempit; saat ini; perasaan ini; dangkal dan subyektif jelas (mgkn setelah beberapa waktu saya baru bisa bilang ‘Oooh itu cuma perasaan sesaat’, siapa yg tau, bukan begitu?)

    Tidak salahkan kalo saya cuma terinspirasi, matahari, senja, hujan; seperti yang datang dari kegembiraan dan kesedihan.

    Cuma kadang ada yg disebut trauma atau apalah, yg hadir meski tidak sering, rapuh iya , saya memang tdk setegar mas desta;
    dan saya harus berterimakasih kepada perempuan dg senyum yg tak pernah pudar; dia membantu saya; menemani; memilihkan keping puzzle; dg tulus tnp embel2 mau membantu atau mengharap yg lain; tanpa menghakimi; tanpa memaki; hati, kalo mas bilang : sedang rapuh. Pun teman2 terbaik saya. Danke

    Dan sekarang saya sudah tidak meringkuk; saya mulai belajar terbang; meski tidak sehebat mas desta, tapi lihat saya terbang;

    saya terbang

    Ngomong2 anda benar2 kenal saya nggak? Perempuan dg mata sayu, yg sudah 7 tahun bersama saya saja ternyata tidak , hahaha. Jadi mungkin mas desta malah gak tau apa-apa, yah di sini bebas komen; wong saya juga gak pernah tau perasaan orang2 yg kerap disentuh dalam tulisan saya kok

    Salam kenal saja.

    (sudah berabad lalu saya meninggalkan harga diri, egois atau apalah namanya; sakit hati? bahkan hatipun menjadi salah satu keping puzzle yang kerap salah tempat)

  5. “.dan saya harus berterimakasih kepada perempuan dg senyum yg tak pernah pudar; dia membantu saya; menemani; memilihkan keping puzzle; dg tulus tnp embel2 mau membantu atau mengharap yg lain; tanpa menghakimi; tanpa memaki; hati, ”
    tenan po..? dia membantu? Dengan tulus?….bagaimana dengan ini..:

    “..sepertinya /aku tidak mampu /sendirian /menyusun puzzle itu lagi; /hatiku /yang terus menerus ./kamu hancurkan”
    U wanna complete those alone? Are U sure, man?
    Kalo aku liatnya disitu, dina (katamu lho, embuh nek jeneng samaran) sama sekali gak punya andil nemenin kowe nyusun puzzle mas. Bahkan tidak kamu harapkan kan? Karena setiap kedatanganya di SMS atau apapun bentuknya, selalu merupakan bayi siji setengah tahun sing mbubarke puzzle-le kakang-e, bagimu. And suddenly u said that she always accompany u with no tendention at all with that bright smile??
    Memang semuanya bisa berubah seiring waktu dan kedewasaan mlihat sesuatudan semoga itu yg terjadi dengan mas firman. I really [email protected]’ hope so, man..

    “.Sedangkan enam tahun tidak cukup bagiku untuk menyelamimu /Kamu terlalu dalam untukku, din/Aku pikir aku tau kamu
    Dan aku (sekali lagi) salah .Dan dalam satu kedipan aku bisa kehilanganmu”
    nek psikologi telaahnya di reverse piye mas..?? dia yang gak tahu kamu, bukan kowe sing ra ngerti..? .so, the poem has to be like this..”.Dan dia (sekali lagi) salah Dan dalam satu kedipan kamu bisa kehilanganku.”
    Sesekali kita berhak menjustifikasi diri sendiri bahwa kita benar. Maksutku, kita gak selalu di posisi yang salah.bukan terus kita ‘mutlak bener’ di kasus ini.bukan!
    Pernyataanmu di puisimu kui mas firmanbagikukamu ternyata masih menyimpan ketidaktahuan. Bahkan berpuluh-puluh jenis ketidaktahuan. Kenapa? Piye kok iso? Awalnya gimana? Kenapa aku sampe ndak tahu?….(siapa.gak penting ding yo)
    Dan sampe sekarang kamu belum ngerti jawabannya. Bahkan untuk satu pertanyaan saja.
    “.[aku masih punya sejuta kenapa yang belum aku tanyakan, din]”

    Jujur, jangan main2 dengan kata ini lho mas firman. Kowe bilang kamu jujur. Walopun dalam waktu yg sempit, subjektif jujur tetep jujur. Di kamus apapun, artinya tetep jujur. Jujur berarti putih, resik istiqomah dan lemah lembut dengan kenyataan (pahit). Memang kowe gak salah kalo terinspirasi dari siang, malam, senja, matahari, waktu etctapi dari sisi mana mereka dieksploitasi, itu masalahnya. Karena di bumi ini, gak semua siang, malam, dan senja berdurasi sama. Di kanada, di ujung bumi sana, siang bisa hanya 4 jam. Dan begitu sebaliknya.sehingga kita bingung menentukan kapan waktunya kita bersujud dengan Tuhan, sang pencipta waktu
    dan bahkan waktupun gak sepenuhnya jujur sama kita. Dia kasih kita fakta dari sejak kita lahir. Sehingga kita tahunya yonek bengi ki ngononek awan ki gene..Tapi di lain tempat si Siang dan Malam ini membentuk koalisi lain lagi untuk memberi doktrin space yang berbeda dengan orang2 yg berbeda pula.

    “Adalah juga melihat bahwa kata ‘putus’ sebenarnya tidak
    membutuhkan alasan apapun (karena alasan apapun tidak akan membuat saya puas).”
    Naaah.kuwiwis jelas to mas. Alasan apapun kamu gak bakal bisa nerima. Lha nek ngono, Dina mo kasih atau gak mau kasih, sama aja buatmu. Gitu kan? Tapi..ada yg lebih penting dari itu (kalo hasilnya ke kamu podho wae). Nek aku jadi kamu.kukasih dia kesempatan utk ketemu aku, ngomong, kasih penjelasan (bahkan pembenaran pun, arep tak diemin aja). Paling gak film-mu (dan dia) ditutup dengan closing creditmu yang pemaaf, penuh kasih, mau ngerti sekaligus memenuhi keinginannya. Kamu gak tahu kan..?..dia sebenarnya mau jelasin ini apa enggak..?!

    “.There’s no replacement for right hand, de
    You just gave me only one choice, to deal with the other hand./The left hand
    And thats impossible for me, and I dont want to! For now, or tomorrow or next week, month/Maybe for a year to come.
    …..Thats really hurts”
    (de opo Dina seh..whatever..)nek itu..aku gak bantah mas. Pancen dia hanya kasih kamu satu pilihan kuwi we pahit.. dan kamu berhak loro ati karena itu. Karena kamu loro ati, kamu males ketemu/ngomong/mbahas; karena kamu males, dia juga jadi turun semangat ngejelasin hal yg terjadi sebenarnya dan terlihat males maju; karena liat dia gak ada semangat maju ke kamu, kamu jadi semakin males membuka hati; karena liat kamu akhirnya males tenan membuka hati buat dia, akhirnya dia bener2 ‘game over’ memperjuangkan transformasi dari pacaran ke pertemanan..begitu juga dengan kamu..jujur waesebenarnya kita sama2 gak setuju kalo itu terjadi kan?…

    “..If you have to go, I’ll be waiting for the next time that you come around din.
    And I don’t know why…..”
    kalo ini..sama sekali gak perlu mas. Nek ngono kowe ra lilo sampe kapanpun kehilangan dia (ha lha iyo to yo!!!). maksudkuapa uripmu sepadan dengan ini..? the show must go on!!! (Queen, 1991, “Innuendo”)

    mas firman, aku arep tanya tenan sama sampeyan kiy. Jujur yo..?!
    apa selama 6 tahunmu kui..pacaranmu oke2 wae menurutmu? Maksutku the whole thing lah nek ming kerikil2 neng dalan, kan bisa ditendang. Dan itu biasa buat siapa saja. ..apa kamu merasa hubunganmu seimbang? Eh..ojo merasa rendah diri lagi lho jangan bilang lagi “ternyata kamu terlalu dalam aku gak tau kamu..”!
    piye..? seimbang ra menurut kamu? Karena bisa saja yg kamu tulis itu malah terjadinya bukan di kamu.tapi di Dinanya. Sehingga dengan suka rela, penuh pengorbanan, dan lilo legowo dia ‘meninggalkan’ kamu demi balance-nya hidupmu.bukan dia!
    Bull shit kalo orang bilang.. .. lha ya perbedaan itu yg bisa buat orang jadi pacaran, seperti siang malam, laki perempuan dll.. gak semuanya gitu kok.! Seperti kamboja jepang yang mau di okulasi dengan kamboja jepang juga. Kalo dipekso ya..pasti bubar. Walaupun gak seketika, tetep perlu waktu.
    Sekali lagi waktu tetep setia menemani drama manusia, .di wilayahnya.

    INTERMEZO
    “..Ngomong2 anda benar2 kenal saya nggak?”
    walaaahh mas.. gak usah dibahas deh, kenal po ora. Yg jelas aku kenal banget masalahmu.
    “Perempuan dg mata sayu, yg sudah 7 tahun bersama saya saja ternyata tidakha..ha..ha”
    he..he.h.e. ngguyumu pahit yo mas.he.h.e. perempuan itu bukanya gak kenal kamu. Justru menurutku, dia sangat kenal dan memahami kamu, memahami kalian (dulu), jadi akhirnya dia sampe pada keputusan utk tidak membawa dirinya menemani hidupmu lagi. Karena menurutnya, dia gak bisa

  6. hahaha

    nah itu lho yg saya tanya; anda itu benar2 mengenal saya gak? soalnya yang anda baca di blog saya hanya fragmen2 hidup saya; baik saling berhubungan maupun tidak

    masa saya harus menjelaskan postingan saya satu persatu to mas? saya sengaja tidak menggamblangkan apa yg terjadi pada (sebagian akhir) tulisan saya karena saya juga butuh ruang privat untuk sekedar merenung.

    jadi sebagian besar interpretasi mas tentang tulisan saya;

    tidak semuanya berisi kesedihan tentang kehilangan seorang perempuan bermata sayu; ada yg cuma kerinduan karena ada kemungkinan (baru kemungkinan) ditinggal keluar negeri/kota; ada yang benar2 sebuah pertanyaan harfiah (bukan puitis) tentang apa yang sebenarnya terjadi; ada yg cuma ngobrol bersama sahabat; menerjemahkan lirik lagu (if you have to go-nya Geneva itu mas) dan sayang sekali mas tidak tepat jika menganggap semua perempuan ataupun ‘kamu’ dalam tulisan saya merujuk pada satu orang (dg segala kerendahan hati, saya bukan bermaksud menyombong, tapi cuma klarifikasi; jelas bukan to mas, karena jika mas liat : sangat kontradiktif kan jika hanya satu orang ‘kamu’, :)), ada perempuan bermata sayu, matahari, hujan dan perempuan dengan senyum yg tak pernah pudar. Jujur saja (kata ini lagi, maaf) dalam 3 bulan terakhir, merekalah (yg jelas bukan satu orang perempuan; maaf saya memang pemuja ciptaan-Nya yg satu ini) yang sangat mempengaruhi saya

    ;tidak bisa dikatakan tepat, malah ada yang disebut okulasi kamboja dalam hal menyambung-nyambungkan postingan saya menjadi satu kisah yang benar-benar berbeda…ya pasti bubar (jadinya ya kisah baru seperti yg mas pikirkan; atau mungkin lebih baik dikirimin ke Raam Punjabi biar jadi sinetron hehehe), mungkin karena mas menganggap bahwa hidup saya hanya berjalan pada sebuah sungai saja padahal tidak. Hidup saya juga tidak melulu bertema sama, dari hari ke hari, hanya ublek di masalah itu saja, enggak mas.

    jadi biarlah kata tetap menjadi milik-Nya; karena saya sendiri tidak mampu membungkus hidup saya dalam kata seperti Dia

    dan mas yang sudah kenal banget dengan masalah saya juga gak sepenuhnya keliru kok, saya juga belajar dari perspektif mas memandangnya

    makasih buat komen panjangnya (dalam hati saya masih menunggu balasannya; kelihatannya saya pernah mengenal anda, bukan begitu?)

    “sebuah bensin habis saja bisa membuat waktu puasa tidak begitu terasa”

    (interpretasi posting terserah pembaca; penghakiman tulisan konsultasi saya :p, hahaha)

    –dengan hati yg hangat dan kepala dingin–

  7. iyo mas… aku sadar kalo hidup gak cuma satu channel, satu track..
    adalah terdiri dari banyak track, channel (multitrack)…dan untuk mendengar hadil akhirnya dengan enak, ono ilmu mixing dan mastering. semua track di mix…dipisah frekuensi jelajahnya (shg tdk rebutan di kuping), digolongkan perspektifnya, ditentukan mana rhythm ,mana melody…yg akhirnyanya hasil mixing sempurna dan terjadilah seperti di kaset dan CD komersial kae.
    satu track aja hancur…pasti hasil mixing gak bakal jadi..!! tak jamin…!! karena mereka sinergis membentuk satu komposisi, sing disebut lagu.
    …satu track saja dalam hidup kita gagal…maka hidup kita gak akan jadi lagu mas…dengan mekanisme tadi tentunya…
    Kalo sepengetahuanku, track sing cacat pasti di re-take, re-record..shg jadi sing perfect…
    Lha tinggal kita…pingin tetep buat lagu dengan bahan yg ada.. atau re-take 1 track dengan harapan lagu jadi lebih apik…

    hua..ha.h.ha…penghakiman tulisan konsultasi..he..he. kok kalimate rodo ngeri….tanpa itupun anda berhak memuat dan tidak memuat semua tanggapan to mas….??!! he..he..he yo wis…whatever wis…

    waahh.. aku ra pasti je mas. kowe wis kenal aku po urung yo? wis ngobrol? po ming tau salaman? po ming krungu seko uwong liyo? po memang baru aja kenal disini?
    nek aku sih…sptnya aku wis tau ‘kenal’ mas firman ini…dengan atau tanpa topik kita ini…tapi yo embuh ding..aku dhewe ora pasti…

    “kapan aku [email protected]^$#*&[email protected]^%$!!!!!”

  8. wah kok nyinggung lulus mbarang!
    komen nang duwur ki kudune tak busak wae
    lha ngomong saru kok, pamali hahahaha

  9. ga sengaja.. lagi jln2 & buka postingan lama dengan acak alias sembarang, eh…… ketemu obrolan panjang en daleeemmm 🙂 hihihi, seru juga ya, fir 😀 GLu (always, til d’rest of our life ;p)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *