Wanita Impian

Apa sekarang kata-kata “Beauty only skin deep” masih relevan ?
Beberapa teman saya kadang ngomong banyak tentang kriteria pasangan hidup yang diimpikannya. Sebagian besar teman saya memang laki-laki jadi yang diomongin tentu kriteria seorang wanita idaman. Yah ada sih yang nrimo ing pandum

“Wes iso entuk pacar ki alhamdulillah fir” katanya

Weh kalo kasusnya gitu sih kamu gak jatuh cinta sama pacar kamu, mungkin kamu lagi beruntung aja, ^_^. Ada juga yang super idealis, kalo gak bisa dikatakan hidup dalam mimpi, huehehe

“Pokoknya (kalo bisa) orangnya cantik, kulitnya putih mulus, rambutnya item lurus panjang, giginya bersih, idungnya gak pesek, bapaknya kaya, etc, etc” Pokoknya keduniawian sekali, pure physicaly (diam-diam saya juga berharap demikian hahaha just kidding)Standar Kecantikan

Ini kan terlalu iklan, dari iklan lulur, sampo, sabun sampai pasta gigi !! Saya rasa sasaran iklan-iklan tersebut lebih besar dari target pasar mereka, dari kasus diatas iklan alat-alat kosmetik tidak hanya mengajari pasar kaum hawa untuk mengikuti “standar cantik” yang mereka buat tapi juga sedikit banyak mendoktrin pasangan mereka untuk memandang kecantikan dengan “standar cantik” ala iklan sampo atau sabun.

Secara kasar bahasa iklan saya artikan seperti ini:
“Kalo kamu item kamu gak cantik, tidak ada tempat bagimu didunia ini”
“Kalo kamu gemuk kamu gak cantik, tidak ada tempat bagimu didunia ini”
“Kalo kamu jerawatan kamu gak cantik, tidak ada tempat bagimu didunia ini”

Lihat betapa susahnya wanita hidup di jaman ini jika terus mengikuti opini publik atau standar cantik ala iklan sabun. Saya rasa jadi laki-laki lebih mudah daripada jadi wanita, just my thought no hard feeling. Saya gak pernah merisaukan bentuk tubuh yang kerempeng, kulit item, jerawat yang bisa muncul kapan saja, saya cukup bersyukur dengan keadaan fisik saya hahaha. Teman-teman saya mugkin hanya bercanda, mungkin juga tidak. Bahwa mereka merasa benar-benar bisa jatuh cinta pada fisik seorang wanita. Bahwa itulah yang benar-benar mereka cari. Saya gak pernah tau.

Ok lah saya juga mengakui kalo fisik adalah hal pertama dari wanita yang mempunyai kemungkinan terbesar menarik perhatian seorang laki-laki. Siapa yang gak seneng liat cewek cantik, kulit putih, langsing dan lain-lain? Tapi gimana dengan nasib wanita yang memilki kondisi fisik sebaliknya. Ini bukan masalah kasihan atau gak kasihan, ini masalah bagaimana manusia bisa menghargai keadaan dirinya atau orang lain. Wanita dengan kriteria fisik impian itu jumlahnya jauh lebih sedikit daripada yang sedang bermimpi untuk menjadi seperti itu.

Saya gak setuju dengan standar-standar itu. Iklan-iklan itu benar-benar melecehkan wanita. Mereka mengecilkan arti kecantikan itu sendiri. Saya percaya setiap wanita itu cantik, dan wanita yang bodoh adalah yang tidak sadar kalo dirinya cantik. Weh ngomong opo tho aku..

Ideologi

“Oh iya harus seiman” Tambah mereka lagi.

Kalo masalah ini saya yakin banyak pro dan kontra. Saya muslim tapi sedang berusaha untuk lebih pluralis. Saya juga gak sepenuhnya setuju (waks). Bener. Agama bukan lagi isu untuk tidak mencintai. Apa yang salah dengan seorang kristiani yang jatuh cinta pada seorang muslim. Apakah agama yang satu tidak begitu bagus untuk agama lainnya atau sebaliknya, saya rasa tidak. Hanya teman-teman saya yang tau alasannya, hehehe.

Sama seperti kulit putih dan wajah cantik, (biasanya) kita gak bisa milih agama ketika lahir. Tuhan maha adli pals. Kita sama-sama gak bisa milih atribut yang akan kita pake selama hidup .

Guru sejarah saya sewaktu sma pernah ngomong gini
“Kalo agama cuma buat alasan untuk saling membunuh, sebaiknya gak usah dicantumin di ktp !!”
Setuju pak, dan saya rasa kita tidak ada masalah dengan isu agama.
Agama saya mengajarkan : Lakum di nukum waliyadin , untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku.

Keperawanan

“Yang penting perawan” Imbuhnya lagi

BUSET !! Saya rasa yang punya masalah ini bukan wanitanya tapi malah laki-lakinya. Apa sih arti sebuah keperawanan? Bukan mengecilkan arti kesucian yang sering digembar-gemborkan orang-orang tua kita untuk selalu dijaga dan diberikan oleh orang yang berhak (?). Cuma gak terima aja ngeliat kaum saya begitu egois dalam soal ini. Terlalu posesif. Padahal wanita tidak pernah menuntut harus dapet seorang perjaka (bosone ki lho), soalnya ya perjaka dan gak perjaka gak bisa dibedain kan hahaha.

Ok lah kalo memang maksudnya teman-teman saya maksudnya ngomong mau cari wanita baik-baik soalnya teman-teman saya dari golongan baik-baik juga hehehe. Gak cari wanita nakal atau menghindari HIV/AIDS. Thats fine. Tapi kalo maksudnya hantam krama ke semua wanita yang dah gak perawan, eits tunggu dulu, saya ada dibelakang mereka. Apa mereka gak pantes buat kamu cuma gara-gara kesalahan kecil yang mereka buat? Semua orang pernah salah pals. Saya gak akan bilang ke kamu “Mbok ngaca dulu, sebenernya kamu yang gak pantes buat mereka”, cuma percayalah perawan atau tidak, wanita adalah makhluk terindah di dunia yang pernah Tuhan ciptakan, mereka sangat pantas dicintai.

Menurut saya kalo kamu benar-benar jatuh cinta kamu bisa menerima semua masa lalunya. Serius. Bahkan kamu bisa membantunya melupakan trauma masa lalu.

Habis

Dan sialnya ketika saya ditanya balik gimana kriteria wanita impian, saya gak bisa jawab
“Anu, mungkin kalo tar dah nemu aja ya” Hehehehe
The best answer I can give for now :
Someone that I’m comfortable with. Unconditionally.

Bagaimana dengan kriteria pasangan impian anda ?

4 Replies to “Wanita Impian”

  1. isi komen lagi ahh.. πŸ˜€
    well..cowo impianku? yang pasti se beriman dan bertakwa (amiinn..), baek n pengertian, humoris, jujur n bisa dipercaya. untuk urusan fisik se aku ga peduli2 amat, coz aku nganggap smua orang punya kelebihan n kekurangan masing2 πŸ™‚
    bener tuh, kalo masyarakat bener2 nganut apa yang disampein iklan2 ntu, wah..cewe2 kya aku bakal tinggal dmana donk? di venus? πŸ˜‰

  2. cowok pilihanku, tentunya seiman,tapi dia tidak panatik sempit(lebih mengusung pluralisme gitu lho). and tentunya suka sastra, seni, aktivis, romantis deelel (uih kompllt banget). soal fisik itu nomor dua, yang penting performancenya gitu lho.

  3. buat aye, k’o kite terlalu berpatokan mencari pasangan yakin dech…..ga’ bakal kite dapetin sesuai dengan apa yang kite harapin, khan ada kamutnya “yang baik ‘lom tentu bener, yang bener lom tentu baik, yang bagus belum tentu berharga, dan yang berharga ‘lom tentu bagus”. intinya aye harus sreg ma’ ntuh pasangan aye……. ok…betawie punya gaye…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *