Avonturir

Avonturir?

Ah terlalu berlebihan, saya cuma mau ber-backpack ria, berjalan dengan kaki saya (sudah agak baikan sehabis tabrakan kemaren, meski banyak memar yang belum reda, nyeri, jangan manja!), sendiri, tanpa siapapun, hanya saya, mengunjungi kota-kota, menyapa pejalan kaki, bercengkerama dengan kehidupan yang jauh lebih kompleks dari sekedar yang pernah kamu baca di chick-lit.

Kereta kelas ekonomi, tas punggung tentu saja, jeans butut sobek di lutut (tidak lupa membawa sarung untuk menutupi aurat ketika hendak bercinta dengan Yang Khalik, hey saya masih ingat sholat kok, hahaha), sandal jepit, duit seadanya (tapi selalu bawa atm, curang ya), kaos oblong hitam lusuh dan tidak lupa senyum untuk semua orang.

Rokok? Belum dalam daftar :), saya belum hobi merokok soalnya.

Dan tujuan kali ini adalah stasiun kiara condong, bandung.

Saya termasuk tipikal manusia yang berusaha memegang kata-katanya sendiri meskipun dengan toleransi yang cukup tinggi. Tuh saya datang kan Ki meskipun molor jauh dari waktunya, sekarang bantu saya menaklukan bandung hahaha.

Saya berangkat nanti malam.

2 Replies to “Avonturir”

  1. hai all, salam dari zen untuk semua. yang di bandunk ya. inginnya juga zen ikutan, mun waktu kadang kejam. Tau deh?

    nice day to u phell

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *