Oleh-oleh dari Bandung

ini oleh-oleh
meski tidak kau minta
tetap aku bawakan
selain kartika sari dan ubi panggang cilembu
aku membawa senyum tulus
dari persahabatan yang sederhana
kamu tidak melihatnya?
itu dia, terselip diantara
jeans kalapa dan peta kota bandung
biar kuambilkan untukmu
masih tersimpan rapi
berbalut kertas koran edisi minggu
semoga kamu bisa merasakannya
belum?
seperti apa? kamu meminta aku menjelaskannya?

duh…
aku tak pandai berkata-kata
semoga kata yang akan kurangkai
tidak membuat senyum yang kubawa
untukmu berkurang sedikitpun

emmm, baiklah,
sekarang pejamkan matamu
lihatlah dirimu pada sebuah cermin
ah,
betapa sempurnanya kamu
dari ujung kepala sampai jempol kaki
tidakkah kamu merasa
semakin hari semakin cantik
cobalah tanamkan syukur
lebih banyak lagi
kamu akan semakin rupawan.
saat itu,
semuanya bisa kamu lakukan
tanpa mengharap imbalan
karena pamrih tidak lagi
berarti apa bagimu, bukan?
karena sungguh tidak ada artinya

lalu
sesuatu akan menarik sudut bibirmu
membentuk senyuman

nah sekarang
kamu pasti bisa merasakannya

harganya?
hei, biasanya pembawa oleh-oleh
tidak mengharap apa
begitu juga aku
karena memang tidak perlu
tapi jika kamu ingin tahu
aku akan memberitahumu
(tapi tentu saja aku tetap memberikannya padamu dengan cuma-cuma)
: tubuh yang letih,
keringat yang membasahi t-shirt,
berpuluh bulan sabit dan tujuh ratus kilometer,
jalan yang panjang,
disesaki oleh manusia-manusia bertopeng,
kepala yang memar
memikirkan itu semua
ataupun karena sering terantuk
kaca angkot yang dibawa dengan
kecepatan jauh melebihi cahaya

tapi aku yakin
yang benar-benar;
kamu akan menyadari
bahwa harga oleh-oleh itu
benar-benar tidak berarti
dibanding dengan
rasa yang meluap-luap
yang tak mampu disimbolkan oleh kata
ketika kamu membuka oleh-oleh dariku
sama seperti apa yang aku rasakan
pada saat aku membungkusnya

itulah yang sedang kubawa
didalam backpack
selain kartika sari dan ubi panggang cilembu
terselip diantara
jeans kalapa dan peta kota bandung
untukmu

#
terimakasih untuk bandungnya, tika
yang bersahabat dan tak pernah murung

One Reply to “Oleh-oleh dari Bandung”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *