Semoga

“bolehkan aku memanggilmu apa adanya?
tanpa embel-embel
tanpa harus menekan shift ataupun caps-lock
bukannya aku tidak menghormatimu
aku cuma ingin berakrab-akrab denganmu
setidaknya aku ingin merasa begitu
karena aku sendiri tidak begitu dekat denganmu
atau aku yang selalu menjauh
aku tak tahu
apa yang aku tahu tentang kamu

aku ingin melakukannya hanya untukmu
ini urusan aku dan kamu; kita
maafkan jika sebelumnya aku selalu membawa siapa
dalam hubungan kita
aku seakan tak pernah tulus melakukannya untukmu
selalu ada alasan untuk itu; selain kamu
: terpaksa, tidak ada kerjaan lain, ikut-ikutan
: sombong, pamer, egois,
: munafik (tolong kikislah topengku, biarpun sedikit)
sampai aku pernah berbalik padamu, memikirkanmu
ketika aku jatuh
hanya pada saat aku hancur

aku tahu, saat itu
kamu selalu melihatku dari jauh
ya kamu selalu memperhatikanku
tidak mengasihani pun mencemooh
tak menolong apalagi menjerumuskan
kamu percaya aku bisa melewati semuanya
sendiri

dan sekarang
aku akan jujur padamu ;

aku mulai jatuh cinta padamu

di bulan yang katamu suci ini
aku benar-benar ingin melakukannya untukmu
aku ingin melakukan
sesuatu yang tak pernah
bisa aku lakukan sebelum ini
aku ingin berpuasa hanya untukmu
bukan untuk siapa
ya, hanya untukmu,
tuhan

semoga aku bisa”

#
bandung, hari pertama ramadhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *