Rabumu Semestinya Tidak Kelabu

Bulan purnama itu, senyuman itu,
malam-malam panjang itu, matahari itu,
harapan-harapan itu, pesan pendek itu,
dan akhirnya airmata itu;
duh sahabat, aku sama sekali tidak tahu.

Yang aku tahu hanya:
semestinya rabumu tidak kelabu…

3 Replies to “Rabumu Semestinya Tidak Kelabu”

  1. aih si Oom, penggemar Dian Sastro toh…..? Sama dong kayak ayah (mungkin ayah ga sadar perempuan yang setia di sampingnya kayak dian sastro juga, wakakak…..:D)

    eh, boljug tuh bukunya. Di Gramedia dah ada belum ya….?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *