Tidak Peka

L’Arc En Ciel De Miles-nya Incognito menyadarkanku bahwa panning bar itu rata kanan. Emm sudah berapa lama ya? Mungkin aku saja yang tidak pernah peka jika ada yang salah dengan sistem suara pada komputerku, atau mungkin pada apa saja. Seperti terjadi pada hari-hari yang sering, bukannya aku hendak memalingkan muka atau berlagak tak peduli atau menjadi anti sosial, tidak karena alasan keterbatasan kerja mataku yang silinder juga rabun, tapi karena aku memang tidak pernah pandai memindai sekeliling. Jadi maafkan jika aku berulang kali mengacuhkanmu; di jalan, di tempat makan, di perpustakaan, di pasar, di konser musik jazz, di pembacaan puisi, di masjid, di gereja, di pura, di vihara, di acara kampus, di perempatan, di pementasan teater, di kerumunan.

Bisa jadi aku tidak pernah peka, bahkan jika ada ‘sesuatu’ pada hidupku.

3 Replies to “Tidak Peka”

  1. aduh,man…
    kl ga peka terus, berbahaya juga
    ….
    ….
    sama ama guah, tipikal cowo ga peka.
    yayang yg bilang gituh ke guah.

    huhuhu..

  2. sering banget temen-temen gw bilang gw ngga peka, apalagi sama perasaan orang lain, padahal gw ngga bermaksud untuk acuh gw hanya berusaha ngeluarin apa yang ada di pikiran gw tapi ya… gimana… gw suka bingung sama orang-orang disekitar gw dan mungkin banget mereka juga bingung sama gw, ya.. ngga????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *