Air

Bukan hanya karena a adalah alfabet pertama, yang menjadikan mudah bagiku untuk menemukanmu; di dalam yellow book, rak-rak buku, model klasifikasi apapun, arsip tua, buku alamat, pun diantara sel abu-abu yang tak jarang diserang short-therm-memory lost. Bukan.

Tapi sejuk itu; kata-kata, senyum, sunyi, semuanya. Kamu adalah air; yang mengalir dinginkan panas, peluh dan keluh. Air yang peluk asa. Asaku yang kerap disilaukan oleh perih. Aku sadar. Aku kecil. Aku malu. Aku tidaklah istimewa.

Tuhan mencintaiku, katamu, selalu.
Aku menatapmu
dan aku melihat cinta-Nya.

Malang, Mei 2005

7 Replies to “Air”

  1. berat mas didats?? ta’ bantuin bawakna pow? *lirik2yangdiatas* xexexe

    hmm… i’ve heard u said one day.. kamu gag suka hujan?? lha…. air???
    xexexe
    once again.. fir, “kamu menuliskan apa yang kupikirkan!!” gimana niy.. xexexe

  2. k malang?? kapan?? T-T
    uan alhamdulillah lumayan lancar, doakan aja lulus dengan nilai yang g ngecewain 🙂

    aiirr..!!

  3. water….. water….. water….
    dmn2 banyu…. banyu….

    air… oh… air again air again….
    oh water….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *