Lima Orang yang Kamu Temui di Surga

Dimulai dari akhir. Ketika seorang Eddie menghitung mundur satu jam yang tersisa dari hidupnya di dunia. Satu jam lagi, limapuluh menit lagi, tigapuluh menit lagi, duabelas menit lagi…

Bagaimana orang memilih kata-kata terakhirnya? Apakah mereka menyadari bobot kata-kata terakhir mereka? Apakah mereka memang ditakdirkan untuk menjadi bijak?

“Mundur!” Itu adalah kata-kata terakhir Eddie.

Lalu sampai. Ke alam baka. Perjalanan Eddie menuju rumahnya yang abadi. Ternyata tidak seperti yang kerap ia bayangkan. Dia harus bertemu lima orang yang telah menunggunya untuk memaknai apa yang terjadi didalam hidupnya. Dan Eddie tak bisa bicara saat dia baru sampai.

Orang pertama

“Itu akan membuatmu mendengarkan” Kata orang pertama yang ditemui Eddie di alam baka. Si Orang Biru.

Bahwa tidak ada kejadian yang terjadi secara acak. Bahwa kita semua saling berhubungan. Bahwa kau tidak bisa memisahkan satu kehidupan dari kehidupan yang lain. Tidak ada kisah yang berdiri sendiri. Kadang saling bertemu di sudut, atau tumpang-tindih bagaikan batu didasar sungai

Para pelayat. Beberapa dari mereka tidak mengenal siapa yang dikubur hari itu. Tapi mereka tetap datang. Itu karena jiwa manusia tahu, jauh di lubuk hati mereka, bahwa semua kehidupan saling berkaitan. Kematian bukan hanya mengambil seseorang, tapi juga luput dari orang lain, dan di celah kecil antara kena dan nyaris, kehidupan berubah.

Selalu ada alasan kenapa kita berada disini. Tidak ada kehidupan yang sia-sia. Satu-satunya waktu yang kita sia-siakan adalah waktu yang kita habiskan dengan mengira kita hanya sendirian.“Orang-orang asing” Kata si Orang Biru. “adalah keluarga yang masih belum kau kenal”

Orang kedua

“Kematian? Bukan akhir dari segalanya. Apa yang teradi di dunia hanya permulaan” Kata orang kedua yang ditemui Eddie di alam baka. “Begitulah aku melihat semua itu. Itulah yang disebut alam baka, tempat kau belajar mengerti hari-hari kemarinmu.”

Pengorbanan. Pengorbanan adalah bagian dari kehidupan. Harusnya begitu. Bukan sesuatu untuk disesali. Tapi sesuatu untuk didambakan. Pengorbanan kecil, besar. Seorang ibu yang bekerja kerasa agar anaknya bisa sekolah. Seseorang pergi ke medan perang…

Orang ketiga

“Beri maaf, Edward. beri maaf. Kau ingat perasaan ringan yang kaurasakan pertama kali kau datang ke akhirat?” Tanya orang ketiga. “Tidak ada rasa sakit. Itu karena tak seorang pun dilahirkan dengan membawa marah”

Menyimpan marah adalah racun. Menggerogotimu dari dalam. Pedang yang akan melukai diri sendiri. Dan ketika kita mati, jiwa kita dibebaskan dari perasaan marah. Kau harus memaafkan…

Orang keempat

“Kehidupan harus berakhir” Kata orang keempat. “Tapi cinta tidak”

Setiap kehidupan mempunyai satu cinta sejati. Cinta yang hilang tetap cinta. Kau tidak bisa melihat senyumnya, atau membawakannya makanan, atau mengacak-acak rambutnya, atau berdansa dengannya. Tapi ketika indra-indra itu melemah, indra-indra yang lain menguat. Kenangan. Kenangan menjadi pasanganmu. Kau memeliharanya. Kau mendekapnya. Kau berdansa dengannya.

Orang kelima

“Kenapa sedih?” Tanya orang kelima.

“Aku sedih karena aku tidak melakukan apapun dalam hidupku. Aku bukan apa-apa. Aku tidak menghasilkan apapun. Aku merasa tidak berguna. Aku merasa aku tidak seharusnya berada di sana.”

Ada yang menyukaimu, dan kamu berada disana untuk mereka. Anak-anak. Anak-anak menyukaimu. Kaulindungi mereka. Kaubuat mereka aman. Kau berbeuat baik untuk mereka

Lalu berakhir. Perjalanan Eddie dalam memaknai hidupnya. Di sebuah ujung. Di sebuah pemandangan yang tak dapat ditangkap dengan kata-kata. Dan semua itu menjadi satu kata dari Tuhan: Rumahmu

Epilog

Lalu ada antrean terbentuk di tempat lain. Lima orang, menunggu, di lima kenangan yang telah dipilih, menanti siapa saja untuk tumbuh, besar, jatuh cinta, menjadi tua, dan mati, dan untuk akhirnya menjawab pertanyaan-pertanyaan mengapa ia hidup dan untuk tujuan apa dia hidup, menceritakan bagian kisahnya mengenai rahasia kehidupan: bahwa setiap kehidupan mempengaruhi kehidupan berikutnya, dan kehidupan berikutnya akan mempengaruhi kehidupan berikutnya lagi, dan bahwa dunia ini penuh dengan kisah-kisah kehidupan, dan semua kisah kehidupan itu adalah satu.

_______________________

The Five People You Meet In Heaven, Mitch Albom

7 Replies to “Lima Orang yang Kamu Temui di Surga”

  1. bukunya memang inspiring bgt!!! two thumbs up! we’re all connected indeed… in some ways…
    jadi inget lagunya U2 “One”

    “One love
    One blood
    One life
    You got to do what you should
    One life
    With each other
    Sisters
    Brothers
    One life
    But we’re not the same
    We get to
    Carry each other
    Carry each other
    One…life
    One”

    –U2–

  2. yaahh…kalo bisa mati dulu sebelum mati(ajal)… pasti ndak bingung/takut ngadepin ajal.. ya ndak fir? *muutu qabla mautii-wiseman say*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *