Mengapa Tidak Kau Jawab Saja Semua Gelisahku?

Aku mencariMu, dalam amuk, getir dan senyum pada sebuah perjalanan seumur hidup, dimanapun, kapan saja.

Dan kosong itu, semuanya gara-gara kosong itu;
hhhh, jika memang Kau yang membuatnya, hanya Kau yang bisa meluapinya.
Tidakkah Kau mengerti? Aku merindukanMu.

Aku mencariMu. Sungguh. Dalam setiap pelangi yang muncul sehabis hujan, dalam basah ketika air mengusap wajah, dalam tiap jalan-jalan sepi dengan rambu ‘awas banyak anak-anak’ dan ‘ngebut benjut’, di antara lirikan mata dan senyuman gadis manis yang menunggu gajayana di stasiun tugu pukul dua pagi, di sela hela nafas pada percakapan rutin tiap malam, dalam peristiwa-peristiwa bak kepingan puzzle yang saling bertemu disudut, dalam persimpangan hidup yang tak pernah berhenti memaksaku untuk memilih, ya memilih; to choose not to pick, dalam semua angan tentang kemarahan, kesedihan dan kekecewaan orang-orang terdekat dan dalam semua ketakutan-ketakutan terbesarku.
Tidakkah Kau mengerti? Aku merindukanMu.

Bagaimana jika pencarian ini tak pernah aku menangkan? Karena ternyata bukan aku yang mencariMu tapi Kau yang menemukanku. Karena sebenarnya Kau tidak pernah bermain petak umpet denganku. Karena sebenarnya Kau tidak pernah pergi kemanapun. Karena ternyata Kau selalu ada didekatku.

Bagaimana jika sebenarnya Kau telah berada disebelah kananku sejak lama, mengiringiku berlari mencariMu, menungguku yang selalu melihat kedepan, untuk menoleh sebentar, melihat senyumMu lalu menghampiriMu?

Kenapa Kau tak juga menyapaku jika Kau ada didekatku? Hey, kenapa diam saja? Kenapa tidak Kau jawab saja semua gelisahku? Kenapa Kau tidak juga menjawab berjuta pertanyaanku?

Ataukah aku yang tak mendengarMu…

4 Replies to “Mengapa Tidak Kau Jawab Saja Semua Gelisahku?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *