Sudah Selesai Cak!

Tugas Anda sudah rampung. Tugas yang Anda tutup dengan senyuman. Sungguh. Biarlah tongkat estafet itu diteruskan oleh tenaga-tenaga muda yang masih kuat, penuh toleransi, moderat, berjalan diatas pluralisme, dan keterbukaan.

Dan terimakasih untuk meluaskan sempitnya Islam dalam pikiran kami, baik umat Islam maupun bukan. Pun mungkin saja gagasan-gagasan Anda sering dianggap kontroversial. Tapi percayalah; kami sependapat jika pluralisme adalah bagian dari ketentuan Tuhan yang tak terelakkan. Kami sadar jika perbedaan adalah suatu anugrah, bukan suatu ancaman. Semoga saja kami tidak lupa.

Selamat jalan Cak.

Nurcholis Madjid, 1939-2005

3 Replies to “Sudah Selesai Cak!”

  1. bagi saya pribadi , pluralisme adalah hal yg salah , tidak di benarkan mencapur adukkan ajaran agama , !!!

    BTW innalillahi wa inna ilaihi roji’un semoga ALlah SWT menerima semua amal baiknya dan melupakan segala khilafnya, amien

  2. buat Kusaeni : pluralisme artinya bukan mencampuradukkan ajaran agama, tapi saling menghargai perbedaan. Perbedaan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bagian dari ketentuan Tuhan yang tak terelakkan seperti kata Firman…coba baca lagi soal pluralisme, dek Kus..

  3. pluralisme bukannya seperti nyampur es dawet + soto ayam + rawom jadi satu trus tinggal lep!!! seperti kata iklan, gimana yah rasanya… yang pasti-pasti wae lah cak!! penghormatan terhadap perbedaan tidak harus melalui hal itu kan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *