Kita Belum Juga Membacanya

“Dua hari lagi umat Kristiani merayakan Natal. Namun, yang mengherankan, setiap kali menjelang Natal selalu ada ancaman atau teror”
Ayang Utrizna Nway pada opini kompas hari ini

Dan pertanyaan-pertanyaan itu selalu menari-nari, pertanyaan tentang kenapa, kenapa dan kenapa.

Kenapa selalu ada kamu dan aku? Orang kita dan bukan orang kita? Selalu saja mengkotak-kotakkan. Kenapa bukan kita saja, kita yang bersaudara meskipun berbeda?
Kenapa begitu cepat kita menyimpulkan penafsiran itu sebagai kebenaran?
Kenapa kita menjadi begitu sombong seolah-olah penafsiran kita adalah wahyu Tuhan itu sendiri?
Sudahkah kita membacanya dengan kerendahan hati?

Karena pada mulanya adalah Kata1, maka bacalah, dengan nama Tuhan2

Cobalah baca Alkitab seperti umat Kristiani membacanya, begitu juga dengan Al-Qur’an seperti umat Muslim membacanya, maka kita akan menemukan Tuhan yang sama. Tuhan yang penuh kasih.

Tuhan yang selalu kita rindukan.

_______________________
1dari Yohanes 1:1
2dari Al Alaq 3

2 Replies to “Kita Belum Juga Membacanya”

  1. Huhuhu, sepertinya sudah jodohku menemukan tulisan berisi pertanyaan (maupun pembahasan biasa) mengenai pengkotakan masalah religi. Barusan juga dari blognya pakde Lantip (mas Rony), yo ngunu huhuhu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *