Orang-orang Asing

Kota ini masih hujan. Dan aku masih keras kepala. Entah sudah berapa kali aku menerobos hujan yang lebat dalam beberapa hari terakhir.

“Acara kita dari jam dua sampai jam sembilan ya.” Begitu pesan singkatmu ditengah hari yang hujan. Lalu kami berangkat, ke arah selatan jauh, pukul tiga sore.

Beberapa nama baru telah mengisi buku teleponku dalam tiga bulan terakhir. Ah, aku pikir aku sudah terlalu tua untuk menyinggahi sudut-sudut hati. Aku pikir ini hanya akan menjadi seperti nama-nama yang sekedar memenuhi memori ponsel ataupun memperpanjang deretan pada daftar kontak surat elektronik. Tapi tidak. Continue reading