C’est La Vie

Aku arep pentas lho
Hah? Kok mepet? Ra kit wingi le ngabari?
Aku yo lagi ngerti mau kok
Yo tak melu. Gratis tho?
Hehehe

Aku memang sering berpesan padanya untuk memberi kabar jika ia akan melakukan pentas. Begitu juga saat itu. Sedikit demi sedikit aku menjadi manusia spontan. Kadang terasa menyenangkan juga menjungkir-balikkan semua jadwal dan kesibukan untuk sesuatu yang insidental.

Setengah jam perjalanan ke arah timur, jauh dari pusat kota Yogya. Masih sepi sesampainya disana. Hmm, masih satu jam lagi jadwal normal ketika melihat jarum-jarum di jam tanganku masih menunjukkan ke formasi setengah tujuh malam. Sejenak menikmati kesibukan mereka; penabuh gamelan, para penari dan orang-orang dibalik layar, yang mulai menyiapkan segala sesuatunya.Aku memilih untuk berada disebelah selatan dari panggung, deret dibelakang sepasang wisatawan, mungkin dari Jerman atau Austria dilihat dari bahasa yang mereka gunakan, berseberangan dengan rombongan anak-anak Santa Ursula. Hmm, sebentar, sepertinya aku pernah mendengar nama sekolah ini (Ü)

Lalu pestanya dimulai. Pertujukan seni gerak dan tari Ramayana itu. Tak jarang aku berpikir harus memiliki ‘sesuatu’ dari kesempatan-kesempatan, kenangan, atau apapun itu yang bisa jadi hanya sekali seumur hidup. Tapi malam itu aku sengaja tidak membawa pernak-pernik untuk mengabadikannya; entah itu handycam ataupun sekedar kamera digital. Karena kadang aku tidak sempat menikmatinya ketika sibuk mencari momen yang kupikir bagus. Dan mungkin justru ketika aku menyimpannya dalam hati, kenangan itu menjadi abadi.

Karena epik Ramayana adalah milik dunia. Pasti sudah jamak yang tahu jalan ceritanya. Setidaknya sedikit alurnya, atau tokoh-tokohnya maupun filosofi-filosofi populer yang terkandung didalam cerita ini. Sudah pasti ada tokoh Rama, Sinta, Hanoman dan Rahwana. Sudah pasti ada kisah tentang tipu daya Rahwana, nasionalisme Kumbokarno, aksi heroik Rama dan para pengikutnya ataupun kesetiaan Sinta. Sudah pasti diiringi irama gamelan. Sudah pasti disajikan dengan tari-tarian. Lalu apa yang bisa didapat jika suatu pertunjukkan tidak lagi menawarkan rasa ingin tahu?

Kamu tidak akan pernah tahu sampai kamu mencobanya.

Seperti hidup yang terus menyajikan adegan-adegan tak terduga. Meskipun aku tahu garis besar skenarionya, tidak ada yang menjamin aku bisa memaknai setiap detik hidupku sama seperti orang lain melakukannya. Sendra tari ini tetap menawarkan sesuatu yang lain. Sesuatu yang lebih berharga dari sekedar, datang, nonton, ambil gambar, tepuk tangan dan pulang. Mungkin bentuk panggung di gedung kesenian Prambanan yang memutar itu memaksa penonton untuk setidaknya mencoba melihat kisah ini dari beberapa sudut.

Ketika Ramayana menjadi satu kisah yang identik dengan banyak kisah di banyak kitab suci di semua agama; bahwa selalu ada pihak yang dianggap benar dan salah; bahwa daerah abu-abu itu tidak sejelas putih dan hitam dan pada akhirnya yang putih selalu menang; aku malah berpikir; barangkali manusia adalah epik Ramayana itu sendiri. Tanpa memilah-milah mana yang dianggap benar maupun salah. Merangkum semua kekuatan dan kelemahannya. Menang dan kalahnya.

Barangkali memang kita tidak pernah kuat dengan godaan dan sering sulit mengatakan tidak; seperti Sinta yang melihat kijang dan Rama yang tidak bisa berkata tidak untuk memburunya ketika isrinya merengek.

Barangkali kita memang sering melakukan tipu daya dan strategi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan; seperti Rahwana yang sudah terlanjur mencintai Sinta. Atau mungkin saja kita selalu mencampur adukkan cinta dengan hak milik dan harga diri; seperti Rama yang mulai bingung dengan esensi cintanya sendiri pada Sinta.

Tapi selalu saja ada kesempatan dimana kita bisa menjadi seperti Kumbokarno.

Lalu semua menjadi indah ketika menyadari semua itu manusiawi (Rahwana tidak sejahat itu, kan?). Mungkin itulah manusia. Manusia yang menjadi sempurna karena ketidaksempurnaannya. Tidak ada yang benar-benar jahat maupun sebaliknya.

Mungkin itulah hidup. C’est la vie?

5 Replies to “C’est La Vie”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *