Klise

Aku terbangun ketika hawa dingin itu menelusup. Pagi di hari bintang. Sejuk, seperti kamu, sahabatku. Aku minum seteguk air mineral. Haus. Katanya segelas air putih saat bangun tidur baik untuk kesehatan. Mengingatkanku untuk sekedar berolahraga. Tapi mungkin kapan-kapan saja.

Aku mulai membaca. Beberapa buku. Lalu pesan singkatmu datang. Aku tersenyum. Tiba-tiba aku ingin menjumpaimu.

Ah, sahabatku, menyenangkan melihatmu di awal bulan ini. Perjumpaan-perjumpaan yang membuatku semakin menyukai hidup.

“Btw, kamu gila fir!!”
Ya kamu juga.

Meski pada akhirnya klise itu datang juga. Aku mesti bercerita tentang sesuatu yang membuatku nyaman, tentang hal-hal remeh, tentang aku sendiri, atau tentang apa saja, menumpuk senyum dan keluh, padamu, yang mungkin lebih peduli pada ketakutanku. Dan mungkin kamu juga akan berkisah tentang kecemasanmu, tentang sesuatu yang membuatmu merasa lebih baik atau apa saja. Lalu kita tertawa. Entah. Mentertawakan diri kita sendiri mungkin. Atau tersenyum setidaknya. Aku ingin segera menjumpaimu.

Ya, pada akhirnya klise itu datang juga. Dan aku seolah tak pernah bisa bosan dengan itu semua. Pagi ini aku terbangun di atas tempat tidur. Dengan senyum di wajahku. Dan aku ingin menjumpaimu, seorang yang aku sayangi, sahabat yang menjadi angin di bawah sayapku.

3 Replies to “Klise”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *