Kapan Kamu Membeli Sebuah Jam Weker?

“Bangunkan aku nanti jika kamu terjaga lebih dulu,” pesanmu tengah malam, padaku yang sudah terlelap di negeri jauh, jauh dari tempatmu melihat bulan setengah dan bintang yang selalu berada di dekatnya. Selalu ada yang terselip dalam tiap kata-katamu. Barangkali rasa sayang. Atau cinta yang enggan memudar.

Mungkin begitu juga pada tiap detik yang mengingatkanku padamu. Waktu yang tak pernah bisa kuhentikan saat kamu dekat membuatku ingin memiliki semua waktu agar aku bisa bersamamu sedikit lebih lama. “Pagi yang cantik,” gumamku pada tirai biru yang sudah kusam, pada dingin yang menyelinap kedalam selimut dan pada jendela yang sedikit terbuka. Lalu angin dari barat datang membawa wajahmu dengan mata yang masih terpejam. “Bangun, sahabatku,” bisikku padamu. Dan ada yang sesuatu yang membuatku merasa sangat nyaman.

Barangkali ketika aku sadar aku tidak bisa berhenti mencintaimu.

6 Replies to “Kapan Kamu Membeli Sebuah Jam Weker?”

  1. #1, #2: ya, ya, judulnya sangat provokatif dan sahabat saya saja sampai protes, but im enjoying being her waker when i’ve waked up first anyway 🙂

  2. alu fir…
    kangen juga nih.. lama gag b’kunjung.. ^^
    …”Waktu yang tak pernah bisa kuhentikan saat kamu dekat membuatku ingin memiliki semua waktu agar aku bisa bersamamu sedikit lebih lama…”
    …” bad day-na daniel powter..??”

    aw… sepertina kita masih sehati ya xexexexe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *