GMT+8

Sudah malam, sahabatku. Aku masih memeluk sebongkah cinta ditemani debur ombak, pasir putih dan angin laut; sebongkah cinta yang kamu kirimkan padaku pagi tadi; yang tak habis hingga aku memejamkan mata. Bongkahan cinta yang tak bisa berkurang; katamu.

Bongkahan cinta yang tak juga kurangi rinduku padamu…

Kuta, 8 Oktober 2007

9 Replies to “GMT+8”

  1. mohon maaf lahir batin (lagi) he3.

    …memaafkan bisa jadi sesuatu yang mudah sekaligus hal yang paling sulit. apalagi memaafkan dan melupakan ๐Ÿ™‚

  2. dah lama ga mampir ke sini…ternyata seleksi kata2 untuk menceritakan segala sesuatunya ga berubah ๐Ÿ™‚
    masih seindah sebelumnya…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *