Matikan Mesin di Traffic Light

Sudah cukup lama Yogyakarta memiliki penghitung waktu di sejumlah traffic light. Hal ini sangat membantu pemakai jalan; baik pedestrian yang akan menyeberang maupun pengguna kendaran bermotor dan yang tidak bermotor. Membantu dalam mengalkulasi tindakan serta memperbaiki kebiasan berkendara dan memakai jalan raya.

Saya memperhatikan waktu menunggu hijau di beberapa traffic light lebih lama dibanding traffic light lainnya, lampu merah menyala bisa sekitar 90 sampai 120 detik. Dalam waktu yang tidak sebentar itu, saya sebagai pengguna kendaraan bermotor merasa lebih baik membiasakan diri untuk mematikan mesin dan menghidupkannya lagi di hitungan mundur ke duapuluh atau sepuluh ketimbang membiarkannya hidup dalam persneling netral.

Saya tidak tahu berapa energi yang bisa saya hemat dari tindakan semacam ini, tapi saya tahu dalam hitungan beberapa detik sampai menit saya telah mengurangi emisi gas buang dari kendaraan saya. Saya percaya jumlah hari dengan udara bersih dalam setahun akan terus meningkat jika tidak hanya saya yang mematikan mesin di traffic light ketika menunggu lampu hijau.

Sekedar pengingat bagi saya yang kerap lupa. Beberapa gagasan, entah baru atau usang, dan daftar yang bisa saya kerjakan; mungkin saja membuat bumi menjadi tempat tinggal yang lebih baik.

3 Replies to “Matikan Mesin di Traffic Light”

  1. #1 ayo, bareng2 matiin mesinnya kalo merahnya masih lama, sekalian ngirit bensin, atau b2w! bali enak buat sepedaan kalo rutenya gak jauh 🙂
    #2 berusaha menjadi sedikit berguna, salam juga pak ersis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *